PAPUAInside.id, JAYAPURA— Ops Rasaka Cartenz 2023 di Papua dan wilayah DOB menggencarkan program Si Ipar yang membantu anak-anak putus sekolah belajar membaca, berhitung dan menulis dengan target meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Papua bidang pendidikan.
Kasatgas Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, dalam keterangannya pada Kamis (25/05/2023), menyampaikan bahwa program Si-Ipar merupakan salah satu upaya dari Satgas Rasaka Polda Papua untuk membantu pemerintah daerah setempat dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terutama di bidang pendidikan.
“Salah satu dimensi dalam pembentukan IPM adalah pengetahuan. Melalui Si Ipar untuk meningkatkan IPM sembilan daerah yang tersebar di empat provinsi di Tanah Papua. Sebab, mayoritas IPM di wilayah Papua masih rendah,” ucapnya.
Setiap hari, personel tim Ops Rasaka Cartenz program Si Ipar mengajar anak-anak di beberapa wilayah. Seperti pada 25 Mei 2023, sebanyak 23 anak binaan Satgas Binmas Operasi Rasaka Cartenz 2023 hadir dalam program “Polisi Mengajar” yang terlaksana di tiga lokasi berbeda di wilayah pegunungan dan pesisir Papua
Dalam program ini, personel Binmas Noken menggunakan berbagai metode pembelajaran untuk memberikan pelajaran dasar kepada anak-anak ini. Sebanyak 11 anak mendapatkan pembelajaran di Pegunungan Bintang, 9 anak di Kabupaten Puncak, dan 3 anak di pemukiman masyarakat Mamberamo di Abe Pantai kota Jayapura. Mereka diajarkan membaca, menulis, dan berhitung.
Anak-anak tersebut memiliki latar belakang putus sekolah dan tidak mendapatkan akses pendidikan yang memadai.
Benny menambahkan, dengan memberikan pendidikan dasar kepada anak-anak putus sekolah, Polri berharap mereka mendapat kesempatan yang lebih baik dalam mencapai masa depan yang cerah.
“Upaya yang gencar dilakukan ini bertujuan agar semakin banyak anak-anak di Papua dan daerah lainnya dapat memperoleh pendidikan yang layak dan peluang yang setara untuk mewujudkan impian mereka,” tutup Kasatgas humas. **














