Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Pencanangan perdana vaksinasi tingkat Provinsi Papua telah digelar di RSUD Jayapura, Jumat (15/01/2021). Sebanyak 20 orang perwakilan pimpinan SKPD, organisasi profesi, tokoh agama, tokoh masyarakat di setiap wilayah dan wartawan, telah divaksin Covid-19.
Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait mengatakan, untuk vaksinasi Covid-19 tahap selanjutnya terdapat 22.000 guru di seluruh Papua akan menerima vaksin Covid-19. Hal ini perlu, karena para guru akan berinteraksi dengan hampir 600.000-700.000 siswa-siswi di Papua.
“Artinya kita punya potensi besar kalau terpapar Covid-19, karena itu setelah saya melakukan vaksin mungkin ini juga menjadi contoh bagi semua teman teman guru. Mari kita ambil bagian ini, sehingga waktu kita berinteraksi dengan anak anak baik luring maupun daring dengan orang orang disekitar kita sudah pastikan tubuh kita ada imun yang kuat,” ungkapnya.
Dikatakan, vaksin Covid-19 untuk kali ini di Kabupaten/kota masing –masing kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kota Jayapura. Tapi teman teman di kabupaten lain akan menyusul vaksinasi.
“Mari guru guru tak boleh kita percaya berita bohong alias hoaks, karena saya sudah melakukannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Arsip Daerah Papua, saya juga bertanggungjawab bagi keselamatan semua tenaga pendidik di seluruh Papua,” lanjutnya.
Testimony
Christian Sohilait berada di urutan ke-2 penerima pertama vaksin Covid-19 di Papua menyampaikan kesaksian atau testimony, sekaligu himbauan kepda para guru.
“Saya tak merasa apa apa setelah divaksin. Biasa saja. Memang tahapan awal tensinya sempat naik 150, tapi setelah discreening ulang tensi saya turun 130/80,” katanya.
Ia juga menjawab sekitar 14 pertanyaan, yang diajukan tenaga kesehatan yang melakukan suntikan vaksin Covid-19.
“Apakah ada asma atau tidak apakah ada penyakit bawaan apakah ada alergi obat. Kemudian apakah dalam dua tiga hari ada minum obat obat,” ujarnya.
Setelah itu ia disuntik di sebelah kiri lengan. Tadi vaksinnya mungkin sekitar 10 detik saja kemudian masuk kedalam tubuh.
“Memang pertama sedikit kaget, setelah itu kita diminta waktu untuk tenang selama 30 menit,” terangnya.
Usai divaksin, terang Sohilait, ia akan mencoba terbang dengan pesawat, untuk melihat juga efek vaksin Covid-19, dimana banyak imun yang akan didapat ketika naik pesawat.
“Apa yang terjadi saya juga akan menyampaikan testimony itu ketika mendarat apa yang saya rasakan setelah divaksin Covid-19,” pungkasnya. **














