Ini Pengakuan Korban yang Ditembak OTK di Tanah Hitam

Kapolsek Abepura AKP Soeparmanto, saat Olah TKP di Tanah Hitam. Tampak Polisi temukan satu selongsong peluru di TKP. (Foto: Faisal Narwawan/Papuainside.id)

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAinside.id, JAYAPURA—Seorang warga di Jayapura atas nama Prianus Mulogol ditembak Orang Tak Dikenal (OTK), di Depan Bank Mandiri, Tanah Hitam, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (9/5/2023) pagi.

Korban mengalami luka tembak di paha kiri dalam keadaan sadar dan sempat  dirawat di RSUD. Abepura.

Kapolsek Abepura AKP Soeparmanto kepada wartawan mengatakan, pihaknya masih melakukan olah TKP atas kejadian tersebut.

“Masih penyelidikan di TKP, personel temukan satu selongsong peluru dan satu proyektil, ” ujar Soeparmanto di TKP, Selasa (9/5/2023).

Menurut Kapolsek, ada 3 pelaku, korban ditembak tiga kali, namun hanya satu tembakan yang mengenai korban.

“Kronologis sementara, korban berhenti dan buang air kecil di dekat bengkel samping Hotel @hom, kemudian didekati 3 pelaku hendak minta kunci motor korban. Setelah itu korban menyelamatkan diri dengan berlari hingga tiba di depan Bank Mandiri Tanah Hitam, pelaku yang menggunakan motor kemudian menembak korban hingga mengenai paha kiri korban,” jelas  Kapolsek.

Kapolsek Abepura AKP Soeparmanto, saat melihat proyektil di TKP. (Foto: Faisal Narwawan/Papuainside.id)

Hal senada disampaikan korban Prianus Mulogol. Menurutnya, sesaat setelah buang air kecil, dua pelaku minta, agar dia menghidupkan sepeda motornya yang memang memakai remote keyless.

“Mereka paksa saya dua kali. Lalu temannya yang pelaku tembak saya ini datang dan memaksa saya, mereka pegang balok akhirnya saya lari tinggalkan sepeda motor,” jelasnya.

Pelaku yang menembak, kata korban, mengejarnya menggunakan sepeda motor hingga di depan Bank Mandiri lalu melepaskan tiga tembakan.

“Saya lari terus ke arah Abe, tapi kaki tidak bisa jalan lagi dan saya minta tolong warga bawa saya RSUD Abepura,” katanya.

Ia menjelaskan, saat itu  dirinya hendak ke Koya, untuk membuka lahan.

“Mereka mau ambil motor saya, tapi tidak jadi karena kunci remot saya bawa,” jelasnya.

Kasus ini sedang dalam penyelidikan Satreskrim Polresta Jayapura Kota. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *