Herman Yoku Serukan Tolak Rencana Aksi 15 Agustus

Herman Yoku, saat memberikan keterangan pers, Sabtu (12/8/2023). (Foto: Istimewa)

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAinside. id, JAYAPURA—Herman Yoku, selaku anak pejuang Gerakan Merah Putih (GMP) 1945 meminta dengan tegas kepada kelompok-kelompok yang menolak New York Agreement (NYA), agar menghentikan provokasinya.

Hal ini berkaitan dengan edaran aksi berupa flyer di oleh Komite Nasional Papua Barat atau KNPB Wilayah Numbay.

“Stop Papua tipu Papua, kalian lahir tahun berapa, dan kalian tau apa tentang sejarah NYA? Jangan menjual diri,” tegas Yoku  dalam keterangannya di Jayapura, Sabtu (12/8/2023).

“Saya lahir di zaman Belanda, dan saya tau persis puncak-puncaknya tahun 1963, gencar-gencarnya Belanda menyerang hingga lahirnya perjanjian NYA, ini jangan putar balik,” ungkapnya lagi.

Ia geram dan minta  aksi demo tolak NYA pada 15 Agustus 2023 nanti harus dihentikan.

“Ingat, tanggal 15 Agustus adalah rangkaian kegiatan memperingati hari besar kemerdekaan RI, jadi kalau kalian tetap memaksakan diri, maka akan berhadapan pihak penegak hukum,” tegas Yoku.

Yoku menambahkan, NYA yang dipersoalkan, solusinya sudah ada sejak dulu, yaitu Otonomi Irian Barat sesuai dengan Undang-Undang Otonomi Nomor 12 tahun 1969.

“Itu adalah otonomi pertama yang diberikan kepada rakyat Papua, dan solusi yang diberikan itu adalah final dan sah,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar generasi muda Papua lebih fokus pada pendidikan.

“Kepada generasi muda Papua, masa depanmu masih panjang sekolah yang baik, pulang dan bangun kampungmu dan jadi pemimpin di daerahmu. Tidak perlu datang ribut di daerah orang lain atau ribut di tanah adat orang lain,” singgungnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *