Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, SENTANI—Pusat Pembelajaran Komunitas Hena Uwakhe Imea atau Hena Uwakhe Imea Community Learning Centre (CLC), didukung The Samdhana Institute, menggelar kursus bahasa Inggris dan Jerman, khusus untuk anak-anak.
Kursus bahasa Inggris dan Jerman berlangsung di RW 6 Hena, Jalan Ifar Gunung, Kelurahan Sentani Kota, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.
Untuk diketahui, Hena Uwakhe Imea CLC dilaunching Sekda Kabupaten Jayapura, Hana Hikoyabi, Jumat (14/7/2023) lalu.
Pengelola Hena Uwakhe Imea CLC, Agustha Kopeuw kepada Papuainside.id, Kamis (25/7/2024) mengatakan, pada saat launching telah menyampaikan pihaknya merencanakan menggelar kursus bahasa Inggris dan Jerman, untuk anak-anak.
Agustha menuturkan, kursus bahasa Inggris dan Jerman dimulai sejak Juni 2024, dibimbing langsung Agustha Kopeuw, didampingi Pauline Joku Haoda.
Menurut Agustha, jumlah anak-anak yang datang dalam waktu tiga minggu lebih dari 25 orang dibimbing langsung Agustha Kopeuw, didampingi Pauline Joku Haoda.
Dikatakan Agustha, kursus bahasa Inggris sementara menggunakan ruang semi permanen di perkantoran The Samdhana Institute.
Ruangan terbuat dari papan dengan fasilitas 3 meja, 3 bangku, 1 meja guru dan 1 balon lampu.
Daya tampung ruangan sangat terbatas, sehingga ke-25 anak-anak dibagi menjadi dua kelas.
Untuk anak usia TK-SD kelas 3 sebanyak 10 anak hari Selasa, sedangkan untuk anak SD kelas 4-6 sebanyak 15 anak hari Kamis. Ada juga 1 atau 2 anak-anak yang duduk di SMP digabung bersama anak SD kelas 4-6.

Agustha mengatakan, ia terpanggil memberikan kursus bahasa Inggris dan Jerman, untuk menunjang pembelajaran anak-anak di sekolahnya masing-masing.
“Semoga dengan belajar bahasa Inggris dan Jerman, maka anak-anak bisa mendapat nilai yang baik,” tandasnya.
Agustha menuturkan, peserta kursus bahasa Inggris dan Jerman adalah anak-anak yang selalu bermain di sekitar Sungai Hena. Selain bermain, anak-anak juga belajar berhitung tradisional menggunakan kerikil putih dan lain-lain.
Dikatakan Agustha, ia mengumpulkan dan menyampaikan kepada anak-anak bermain sambil belajar bahasa Inggris dan Jerman.
“Anak-anak pun menyambut suka cita dan mulai berdatangan,” ujar Agustha.
Untuk tahap awal, tutur Agustha, anak-anak kursus bahasa Inggris. Jika berkembang, maka menyusul bahasa Jerman.
Agustha menerangkan, selain belajar bahasa Inggris dan Jerman, anak-anak menyampaikan, agar mereka juga belajar bahasa lokal Sentani, karena di sekolah mereka juga belajar muatan lokal (mulok) kurikulum merdeka belajar.

Sementara itu, Pauline Joku Haoda menyampaikan ia terpanggil mengajar bahasa Inggris dan Jerman, untuk anak-anak, selain bahasa Inggris dan Jerman adalah bahasa internasional juga tuntutan dunia kerja mewajibkan anak-anak mampu berbahasa Inggris juga bahasa asing yang lain.“Kami siapkan anak-anak, sehingga mereka mengenal bahasa Inggris sejak usia dini,” tukas Pauline.
Ia merasa bahagia mendapat kesempatan mengajar anak-anak bahasa Inggris. Bahasa Inggris tak sulit, jika terus ditekuni.
“Saya yakin anak-anak perlahan mampu berbahasa Inggris dengan baik,” tandas Pauline.
Pauline mengutarakan ia pernah tinggal dan bekerja di negara tetangga Papua New Guinea (PNG). Setelah pensiun ia kembali ke kampung halamannya di Sentani tahun 2011 lalu.
Papua Coordinator The Samdhana Institute, Piter Roki Aloisius mengatakan mendukung sepenuhnya kegiatan kursus bahasa Inggris dan Jerman, karena sejalan dengan peruntukan Hena Uwakhe Imea CLC.
Roki menjelaskan, Hena Uwakhe Imea CLC terbuka untuk semua kelompok atau komunitas, yang ingin melakukan kegiatan atau pelatihan di tempat ini.
“Jadi tempat ini baru pertama di Jayapura dan bisa dikembangkan di tempat lain,” pungkas Roki.
Roki menjelaskan, Hena Uwakhe Imea CLC adalah tempat khusus untuk pendidikan non formal, antara lain, pelatihan pembuatan aneka kerajinan tangan, pembuatan pupuk negentropi, penanaman pohon atau agro ekologi, sekolah alam, kegiatan menoken sekaligus camping dan lain-lain. **














