Gubernur Waterpauw: ASN Harus Peka dan Responsif

Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs Paulus Waterpauw, MSi, didampingi Kepala BPSDM Kemendagri, Dr Sugeng Haryono, MPd, saat Pembukaan Pelatihan Dasar CPNS bagi Purna Praja IPDN Angkatan XXIX asal Pendaftaran Papua Barat di Aula BPSDM Papua Barat di Manokwari Senin (19/6/2023). (Foto: Humas Pemprov Papua Barat)

Oleh: Makawaru da Cunha

PAPUAinside.id, MANOKWARI—ASN harus memiliki kepekaan  dan responsif, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hal ini dikatakan Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs Paulus Waterpauw, MSi, saat Pembukaan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi Purna Praja IPDN Angkatan XXIX asal Pendaftaran Papua Barat di  Aula BPSDM Papua Barat di Manokwari Senin (19/6/2023).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Dr Sugeng Haryono, MPd.

Waterpauw menjelaskan, implementasi Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara (UU ASN) dan merujuk pada ketentuan pasal 63 ayat (3) dan ayat (4) UU  ASN bahwa calon pegawai negeri sipil wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses pelatihan terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang.

Dikatakan pelatihan dasar CPNS ini dilaksanakan  sesuai dengan peraturan lembaga administrasi negara Nomor 10 tahun 2021 tentang perubahan atas peraturan lembaga administrasi negara Nomor 1 Tahun 2021 tentang pelatihan dasar calon pegawai negeri sipil, penyelenggaraan pelatihan dasar CPNS bertujuan dengan menunjukkan sikap perilaku bela negara.

Oleh karena itu, ujarnya, PNS harus pula mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas jabatannya,  mengaktualisasikan kedudukan dan peran pns untuk mendukung terwujudnya smart governance sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dan, menunjukkan penguasaan kompetensi teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidang tugas.

Dikatakan, penyelenggaraan latihan dasar CPNS saat ini yang saudara saudari ikuti adalah pelatihan dasar CPNS yang didesain melalui azas learning and development, dimana saudara saudari belajar mandiri dan sepenuhnya tidak bergantung pada fasilitator saja, tapi memanfaatkan massive open online course (MOOC) dan learning management system (LMS) melalui e-learning yang merupakan pembelajaran kolaboratif antara peserta dan tenaga pelatihan secara daring baik asynchronous dan synchronous dengan menggunakan sistem informasi pembelajaran.

Meskipun dilaksanakan dengan metode blended learning diharapkan dapat diikuti oleh peserta dengan focus, serius dan penuh tanggung jawab sehingga output dari pelatihan dasar  CPNS ini sesuai dengan capaian tujuan pembelajaran.

Pelatihan dasar CPNS ini merupakan entry-point untuk membangun global-quality government, yakni pemerintahan indonesia yang memiliki karakter kebangsaan kuat dan berkelas dunia.

“Sejak awal, calon ASN harus mendapatkan pelatihan yang memadai  untuk menanamkan kharakter kebangsaan yang kuat serta meningkatkan kompetensi yang mampu mengakselerasi tugas sebagai penyelenggara pemerintahan,” tandas Waterpauw.

Dikatakan, tahun 2022 telah ditetapkan daerah otonomi baru melalui ditetapkannya undang-undang tentang pemekaran wilayah Papua yaitu Undang-Undang Nomor 14 tahun 2022 tentang pembentukan Provinsi Papua Selatan, Undang-Undang Nomor 15 tahun 2022 tentang pembentukan Provinsi Papua Tengah dan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2022 tentang pembentukan Provinsi Papua Pengunungan serta Undang-Undang Nomor 29 tahun 2022 tentang pembentukan Provinsi Papua Barat Daya.

Pemekaran ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan pelayanan lebih dekat kepada masyarakat berdasarkan amanat dan implementasi atas undang-undang (UU) nomor 2 tahun 2021 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua, tepatnya pasal 76.

“Saya berharap kalian sebagai putra-putri daerah Papua Barat siap ditempatkan dimanapun dan kapanpun termasuk siap turut andil membantu percepatan pembangunan di 4 (empat) DOB ini. pemekaran provinsi papua barat daya merupakan sebuah upaya untuk melakukan percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua Barat,” kata Gubernur.

Milenial

Mantan Kapolda Papua ini menuturkan, generasi baru atau kalangan milenial yang memiliki jiwa belajar dan keingintahuan yang tinggi, dengan kemampuan teknologi informasi yang baik (digital native), yang akan menjadi sebuah energi bagi birokrasi, melalui  kreatifitas, inovasi, terobosan, perubahan bisnis proses, cara melayani, cara bekerja yang disesuaikan dengan tantangan-tantangan jaman kekinian.

Dikatakan sebagai penyelenggara pemerintahan dan calon pemimpin masa depan, saudara harus kuasai  kompetensi teknis, manajerial dan sosiokultural serta kompetensi pemerintahan.

“Birokrasi tidak lagi menunggu masyarakat yang datang meminta pelayanan, namun ASN harus mulai peka dan responsif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebelum atau tanpa diminta. paradigma dynamic governance menuntut birokrasi tidak lagi bertindak sebagai “reaksi” atas permintaan masyarakat, namun harus melakukan “aksi” sebagai eksistensi sebagai hadirnya pemerintah bagi masyarakatnya,”kata Gubernur.

ASN harus mampu mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat serta menjadi role model bagi sesama rekan kerja dan masyarakat luas. core values “berakhlak” dan employer branding aparatur sipil negara (ASN) “bangga melayani bangsa” resmi diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi.

Peluncuran core values ini bertujuan untuk menyeragamkan nilai-nilai dasar (core values) bagi seluruh asn di indonesia sehingga dapat menjadi fondasi budaya kerja ASN yang professional, core values, berakhlak yang dimaksud merupakan singkatan dari berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. kemudian, employer branding yang merupakan motto asn dalam bekerja menggunakan semboyan “bangga melayani bangsa”.

Kepada seluruh peserta pelatihan dasar CPNS golongan III bagi Purna Praja IPDN angkatan XXIX asal pendaftaran Papua Barat tahun 2023 sebanyak 75 orang yang hadir di tempat ini, marilah mengikatkan diri pada satu titik komitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggungjawab.

Pelatihan dasar ini merupakan moment pembentukan karakter saudara untuk menjadi abdi masyarakat dan pelayan bangsa yang tercermin dalam kedisiplinan, dedikasi, moral, kejujuran, tanggungjawab, rela berkorban, dan jiwa nasionalisme yang saudara miliki untuk modal masa depan. **

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *