Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, SENTANI—President Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Pdt. Dorman Wandikbo menyerukan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), agar segera membebaskan tanpa syarat Gubernur Papua Non Aktif Lukas Enembe.
Pasalnya, kondisi kesehatan Lukas makin memburuk, saat menjalani penahanan oleh lembaga anti rasuah terkait kasus dugaan tindakan pidana korupsi suap dan gratifikasi.
Lukas diketahui mengidap penyakit kronis, seperti diabetes, ginjal, stroke dan jantung.
“Melihat kondisi ini, kami sebagai pimpinan dan Lukas sebagai warga jemaat GIDI mengharapkan beliau dibebaskan tanpa syarat, karena alasan beliau sakit,” tegas Dorman, ketika jumpa pers di Kantor Sinode GIDI Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (9/8/2023).
Dorman mengatakan, dalam KUHP diatur, jika seorang terdakwa dalam kondisi kesehatan yang tak memungkinkan, maka bisa dibebaskan tanpa syarat demi kemanusiaan.
“Bapak Lukas dua minggu lalu kembali drop, karena gagal ginjal. Kesehatannya makin memburuk dan hampir satu minggu ini tak bisa berdiri. Puji Tuhan, walaupun kondisinya sakit. Tapi beberapa waktu lalu dia bisa datang ke sidang pengadilan dan memberikan keterangan bersama lima orang saksi,” tandas Dorman.
Dorman menuturkan, pihak gereja melihat Lukas bisa berbicara dan akan terus menyampaikan kebenaran, keadilan dan kemanusiaan.
“Walau beliau sakit, tapi dia menjelaskan kebenaran sesungguhnya tentang kasus yang dialaminya,” ujarnya.
“Kalau orang sehat ditangkap dan proses itu kami gereja tak berani bicara, karena proses hukum silakan, karena negara ini negara hukum. Tapi kenapa gereja terus bicara sampai hari ini, karena beliau sakit,” tandasnya.
Menurutnya, jika Lukas dibebaskan tanpa syarat, maka orang Papua akan percaya dengan hukum di negara ini.
Konflik yang terjadi di Tanah Papua itu, terangnya, bukan karena kesalahan orang Papua, tapi bangsa ini punya kesalahan sendiri, terutama KPK. Kalau tak ingin terjadi konflik, maka Lukas mesti bebas tanpa syarat.
“Sebenarnya Tuhan sudah lama ambil dia. Tapi kenapa Tuhan masih kasih hidup sampai sekarang, karena dia bagian dari satu pembelajaran kepada bangsa ini, maka Tuhan terus kasih dia napas untuk hidup hingga hari ini,” pungkas Dorman. **













