Eduard Ivakdalam Ingin jadi Pelatih Diluar Papua

Legenda Persipura Jayapura, Eduard Ivakdalam. (Foto: TEMPO/Zulkarnain)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Legenda Persipura Jayapura Eduard Ivakdalam menyampaikan tengah berpikir tentang kariernya kedepan.

“Kalau memang saya tak dihargai, saya ingin jadi pelatih diluar Papua. Karena, saya punya keluarga, istri dan anak. Saya juga harus mengembangkan saya punya ilmu kepelatihan. Sekarang saya tinggal tunggu, meski belum ada klub yang melamar saya,” tutur Edu sapaan akrabnya kepada wartawan di Jayapura, Rabu (9/3/2022).

Edu menjelaskan, kalau Persipura masih mendatangkan orang-orang dari luar, lalu bagaimana anak-anak Papua, yang sudah ada disana.

“Kedepan saya masih melihat dimana tempat yang mungkin Tuhan kasih untuk saya bekerja saya akan ikut itu,” ujarnya.

Edu kini sibuk mengikuti kursus  kepelatihan A AFC, yang diselenggarakan PSSI. Itu berarti tinggal selangkah lagi ia mengantongi lisensi A AFC.

Bagi Edu, lisensi kepelatihan A AFC sebagai syarat utama seorang pelatih, yang ingin melatih pada klub-klub Liga 1 PSSI.

Edu menuturkan, ke-25 pelatih yang ikut kursus lisensi A AFC terus-menerus memberikan support kepadanya, untuk menangani Persipura atau minimal menjadi asisten pelatih fisik di klub kebanggaan masyarakat Papua itu.

Pasalnya, menurut Edu, ke-25 pelatih tersebut memberi alasan bahwa Edu memiliki kwalitas mumpuni untuk membesut Persipura.

Diketahui,  Edu adalah pelaku dari periode emas Persipura Jayapura di Liga Indonesia. Selama 16 tahun memakai jersey tim Mutiara Hitam dua kali mempersembahkan trophy juara Liga Indonesia pada tahun 2005 dan 2008/2009.

Selain itu, Edu memimpin anak asuhnya meraih medali emas cabor sepakbola putera PON XX Papua tahun  2021 lalu.

“Ya, saya seorang pelatih pasti dia akan mencari ilmu yang paling tinggi, dimana ada simpul-simpul, yang harus kita kejar, untuk kita bisa pegang,” tutur Edu.

Edu mengatakan, masalah nanti siapa yang akan jadi pelatih Persipura kembali ke manajemen Persipura, karena manajemen yang bisa menentukan siapa pelatih yang cocok menangani timnya.

“Tapi bagi saya sendiri yang bisa mengangkat sepakbola di tanah Papua adalah orang Papua sendiri, karena dia lebih tahu dia punya karakter dan budaya,” terangnya.

“Makanya, saat ini kita tak punya figur- figur pelatih yang baik. Ini jadi suatu masalah, akhirnya kita selalu bawa datang pelatih dari luar,” tegas Edu. **