Dua Jam Tim Dokter Singapura Periksa Kesehatan Lukas Enembe

Tim Dokter dari Rumah Sakit Mount Elisabeth Singapura, ketika memeriksa kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe kediamannya di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Minggu (30/10/2022). (Foto: Dok/Tim Hukum dan Advokasi Gubernur Papua)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Tim Dokter dari Rumah Sakit Mount Elisabeth Singapura kembali melakukan pemeriksaan kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe kediamannya di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Minggu (30/10/2022).

Kedatangan Tim Dokter dari Rumah Sakit Mount Elisabeth Singapura, untuk memeriksa kesehatan Gubernur Papua  ini untuk kedua kalinya, setelah tanggal 11 Oktober 2022 lalu.

Sebelum, Tim Dokter dari Rumah Sakit Mount Elisabeth Singapura datang, tim medis dari RSUD Dok II Jayapura dan dokter pribadi dr Anton Mote, telah datang untuk memeriksa kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe pada  pukul 07.00 WIT.

Tim Dokter dari Rumah Sakit Mount Elisabeth Singapura tiba ke kediaman Lukas Enembe di Koya pada pukul 10.44 WIT, didampingi Tim  Hukum dan Advokasi Gubernur Papua (THAGP).

Ada tiga dokter spesialis yang datang dan masing-masing akan melakukan pemeriksaan terhadap Lukas Enembe selama kurang lebih satu 45 menit. Jadi dibutuhkan waktu kira-kira dua jam untuk memeriksa Gubernur Papua.

Mobil ambulance pun sudah disiagakan selama dua minggu sejak kedatangan terakhir Tim Dokter dari Rumah Sakit Mount Elisabeth Singapura,

Begitu Tim Dokter dari Rumah Sakit Mount Elisabeth Singapura, Tim Medis RSUD Dok II Jayapura segera menyiapkan hasil laboratorium untuk memudahkan pemeriksaan.

Sampel urine yang diambil segera dibawa ke RS Dok Dua. Tiga dokter spesialis yang hadir, dr. Fransisko ahli ginjal asal Mexico, dr Ahmad Takur ahli neurologis dan syaraf, dr Patrick Chan ahli hati dan jantung, serta suster perawat Mardiana dari RS Mount Elisabeth Singapura. Terhitung dua jam pemeriksaan dilakukan mulai dari pukul 10.44 WIT hingga 14.05 WIT.

Menurut Kepala IGD RSUD  Dok II, Jayapura, Gabriel Matine, sebelum dilakukan pemeriksaan oleh Tim Dokter dari Rumah Sakit Mount Elisabeth Singapura, pihaknya telah mengambil darah Lukas Enembe dan menghidupkan alat-alat medis yang ada di samping kanan kiri tempat tidur Gubernur Papua.

“Sudah diambil darahnya (Lukas Enembe) dan sampel darah sudah dibawa ke RSUD Dok II Jayapura, untuk diperiksa, sedangkan hasilnya baru ketahuan pada sore hari,” kata Gabriel.

Selain darah, akan dicek juga rekam jantung, dan urine dari Gubernur. “Untuk pemeriksaan urine, tadi agak lama, mungkin karena Pak Gubernur kurang minum air putih,” tukas Gabriel.

Ditambahkannya, untuk pemeriksaan darah, tercatat sudah tiga kali Gubernur Papua diambil darah. Terlihat di samping tempat tidur Gubernur, alat seperti devebilator, untuk pasien gagal jantung, alat rekam irama jantung, BCD monitor untuk mengukur tensi O2, dan irama jantung serta alat oksigen portable.

Menurut dokter pribadi Lukas Enembe, dr Anton Mote, pemeriksaan pada pekan ini merupakan pemeriksaan lanjutan.

“Nanti akan ada pemeriksaan lanjutan, karena Pak Gubernur  masih dalam perawatan. Jadi bukan check up, tapi perawatan ini rutin dilakukan tiap hari, diobservasi oleh masing masing bidang, jantung, syaraf, ginjal tiap hari. Kalau pemeriksaan, dengan dokternya, yang datang seperti ini, sangat tidak efektif, harusnya langsung di fasilitas kesehatan,” tukas Anton.

Anton mengatakan, dari hasil pemeriksaan Tim Dokter dari Rumah Sakit Mount Elisabeth Singapura,untuk pengobatan penyakit stroke yang sudah empat kali dialami Lukas Enembe, sehingga perlu dilakukan fisioterapi.

“Dan tetap perlu rujukan MRI. Sedangkan untuk penyakit ginjal dan jantung, perlu dilakukan obaervasi dan cross check darah kembali,” tukas Anton.

Ditambahkanya, usai diperiksa Lukas Enembe, disuntik untuk menurunkan kadar kolesterolnya dan diberi resep penambahan obat.

Dijelaskannya, dokter Singapura juga minta ada penambahan ahli gizi, untuk memantau konsumsi makanan Gubernur Papua. Ketika diperiksa pun, tensi darah Lukas Enembe terhitung tinggi 190.

Anggota THAGP, Petrus Bala Pattyona, SH, MH, mengatakan, ada lima anggota THAGP, yang mendampingi Lukas Enembe, masing masing Stefanus Roy Rening, Petrus Bala Pattyona, Aloysius Renwarin,  Petrus Jaru dan Antonius Eko Nugroho.

“Kedatangan kami untuk menyaksikan pemeriksaan kesehatan dan mendampingi Pak Gubernur,” ujar Petrus melalui  keterangan tertulisnya, Minggu (30/10/2022).

Ditambahkannya, pihaknya masih menunggu kedatangan tim dokter independen dari IDI dan dokter KPK.

Sementara itu, menurut Aloysius Renwarin, pihak keluarga Lukas Enembe dan masyarakat menunggu kedatangan KPK ke kediaman Gubernur Papua.

“Kami masih terus menunggu kedatangan mereka (KPK). Dan keluarga kooperatif,” ujar Aloysius.

Seperti diketahui, Gubernur Papua, telah dijadikan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana  korupsi, berupa penerimaan  hadiah atau janji Lukas Enembe selaku Gubernur Papua Periode 2013 – 2018  dan 2018 – 2023 terkait pekerjaan  atau proyek  yang bersumber dari APBD  Provinsi Papua.

Dan untuk saat ini, penyidik KPK telah memanggil Lukas Enembe, namun Gubernur Papua, berhalangan hadir, karena masih sakit. **