Image  

Dokter OAP Operasi Hernia, Live di Tujuh Negara

ekda Papua TEA Hery Dosinaen, bersama Kepala Bappeda Provinsi Papua, Yohanis Walilo, Plt. Direktur RSUD Jayapura Aloysius Giyai dan para dokter menyaksikan Live Demo Surgery, Asia Pasific Hernia Society (APHS) Conference oleh Profesor dr. Donald Aronggear SpB (K) Trauma Finacs, FICS di Aula RSUD Jayapura, Kamis (3/10). (foto: Ignas Doy)

Oleh: Ignas Doy |

Papuainside.com, Jayapura—Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura menggelar operasi hernia, oleh salah seorang dokter OAP (Orang Asli Papua), Profesor dr Donald Aronggear SpB (K)Trauma Finacs, FICS

Operasi hernia ini disiarkan langsung (live) ke tujuh negara di Asia Pasific, Tiongkok, Australia, Taiwan, India, Singapura, Korea Selatan dan Indonesia (Denpasar dan Papua) dari Aula RSUD  Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (3/10).

Turut menyaksikan Sekda Papua TEA Hery Dosinaen, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua, Yohanis Walilo, Plt Direktur RSUD  Jayapura dr Aloysius Giyai, M.Kes dan para dokter.

Prestasi tersebut membuat Sekda merasa bangga.

Ia mengatakan, operasi hernia secara live ini sangat luar biasa. Ini membuktikan, kalau orang asli Papua juga bisa dalam aspek kesehatan, bahkan mampu mengoperasikan teknologi canggih dalam proses bedah.

“Saya harap prestasi yang ditorehkan Profesor dr Donald Aronggear ini  dapat diikuti para dokter orang asli Papua yang lain,” imbuhnya.

Ia juga mengharapkan, pada masa mendatang, ada orang asli Papua lainnya yang mampu meraih gelar profesor sebagimana ditorehkan Profesor  dr Donald Aronggear. ‘’Ini yang perlu kita dorong bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Aloysius Giyai menjelaskan, pihaknya merasa bangga, setelah dokter orang asli Papua dinobatkan menjadi profesor ahli bedah secara internasional atas nama Profesor dr. Donald Aronggear SpB (K) Trauma Finacs, FICS.

Dikatakannya, operasi yang dilakukan Donald Aronggear ini merupakan awal dan setiap 3 bulan sekali akan digelar operasi secara live di bidang lain, seperti beda jantung terpadu, beda syaraf,   beda kanker dan lain lain. **