Oleh: Faisal Narwawan|
PAPUAInside.Id, JAYAPURA – Bantuan pangan kepada warga yang terdampak bencana kekeringan di Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah tak bisa dilakukan maksimal.
Sejumlah bantuan hanya dapat sampai di Distrik Sinak. Memang sebagian masyarakat dari dua distrik terdampak telah berada di Sinak.
Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri mengatakan, perlu perhatian semua pihak atas bencana kekeringan tersebut.
Menurutnya, daerah pendistribusian bantuan termasuk di Distrik Sinak ke Distrik Kuyage di Kabupaten Lany Jaya hingga daerah Kabupaten Puncak tergolong rawan gangguan, karena merupakan lintasan KKB.
“Ini termasuk daerah yang masih alami gangguan (oleh KKB, – Red). Saya sampaikan karena memang dari Sinak ke Kuyawage kan masih ada kelompok tersebut, juga dari Sinak ke Gome di Puncak itu kan daerah basis,” ungkap Fakhiri kepada wartawan di Mapolda Papua, Kamis (27/7/2023).
Untuk itu, Kapolda Fakhiri mengharapkan, pendistribusian bantuan dari pemerintah yang didistribusikan aparat tak diganggu kelompok tersebut.
Kata dia, pemerintah sudah bertekad untuk membantu meringankan bencana kekeringan yang dialami masyarakat, sehingga semua pihak perlu mendukung.
Jangan sampai pemberian bantuan yang dilakukan menimbulkan korban baru dan melebar kemana-mana.
“Dampaknya bisa bias kemana-mana, ada aparat lalu mungkin tindakan aparat berlebihan kemudian jatuh korban, akhirnya malah diputarbalikan,” tambahnya.
Sehingga semua tokoh masyarakat dan termasuk para kepala kampung dimintanya untuk berperan dalam pendistribusian bahan makanan tersebut.
Diketahui, sekitar 7.000 warga terdampak kekeringan di dua distrik tersebut.
Kekeringan terjadi sejak Mei 2023 lalu. Selain itu, suhu udara menurut Bupati Puncak Willem Wandik, sangat dingin. Akibatnya tanaman kering dan rusak.
Pemerintah Kabupaten Puncak pun telah mengeluarkan penetapan status tanggap darurat di dua distrik tersebut.
Penetapan ini melalui surat Keputusan Bupati nomor.300.2/28/tahun 2023, tanggal 7 juni 2023. Terhitung sejak 7 juni- 7 Agustus 2023.
Willem Wandik, kepada wartawan di Jayapura belum lama ini mengatakan, pendistribusian sulit dilakukan dan hanya sampai pada Distrik Sinak.
Ia mengakui, gangguang KKB menghambat pendistribusian bantuan langsung ke dua distrik tersebut.
Masyarakat setempat memilih mendatangi Distrik Sinak dengan berjalan kaki untuk mengambil bantuan makanan.
Pendistribusian langsung ke dua distrik tersebut tak bisa dilakukan karena tak ada maskapai yang berani terbang menuju lokasi. **














