Danrem 172/PWY Minta KSB Kembalikan Senjata TNI yang Dirampas

Jenazah dua prajurit TNI dari Satgas Pamrahwan Yonif PR 432/WSJ saat akan diterbangkan dari Bandara Nop Goliat Dekai Yahukimo ke Bandara Sentani Jayapura. (foto: istimewa)

PAPUAInside.com, JAYAPURA—  Danrem 172 Praja Wira Yakti, Brigjen TNI Izak Pangemanan meminta kelompok separatis bersenjata (KSB) yang merampas senjata dua anggota TNI Satgas Pamrahwan Yonif PR 432/Waspada Setia Jaya yang dibunuh di Yahukimo Selasa (18/05/2021) untuk dikembalikan, jangan sampai senjata itu menumpahkan lagi darah orang lain.

Penegasan tersebut disampaikan Danrem Brigjen TNI Izak Pangemanan saat menjemput jenazah dua anggota TNI di Bandara Sentani, Kamis (19/05/2021).

‘’Mari kita kembalikan senjata ini, dan mari bersama membangun Yahukimo, kalau yang melakukan ini kelompok separatis bersenjata, berarti mereka sengaja menciptakan suasana tidak aman di Yahukimo, menghambat pembangunan di Yahukimo,” tegasnya.

Danrem berharap semua elemen di Yahukimo turut membantu untuk mengembalikan dua pucuk senjata yang dirampas tersebut. ‘’Peran serta dari semua elemen masyarakat di Yahukimo, agar senjata yang dirampas dapat dikembalikan, jangan sampai senjata tersebut menimbulkan korban baru di Yahukimo,’’ jelasnya.

Danrem juga menegaskan pelaku yang membunuh dua anggota TNI tersebut diduga kuat pelaku sama yang membunuh staf KPU Yahukimo serta dua warga sipil lainnya tahun 2020 lalu.

“Kita belum pastikan ini kelompok siapa, dilihat dari  bentuk luka ini, sama dengan yang membunuh staf KPU dulu, kemudian 2 orang masyarakat sipil, perkiraan kami mungkin pelakunya sama mantan anggota TNI yang disersi terlibat di sini,”  ujarnya.

Jenderal bintang satu ini mengaku, selama ini prajuritnya tidak pernah menumpahkan darah masyarakat Papua, namun justru kali anggotanya yang menjadi korban.

“Sampai hari ini masih saya pegang teguh, tidak ada prajurit saya yang menumpahkan darah orang Papua, tetapi kemarin darah prajurit saya ditummpahkan, berarti ada pekerjaan yang harus kita bekerja bersama, jika tidak kejadian ini akan terus terjadi,”  ucapnya

Sementara itu dua anggota TNI yang meninggal di Yahukomo, akan pulangkan ke daerahnya masing-masing yakni Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Ambon, Maluku. “Anggota yang meninggal akan dibawa ke Ambon dan NTT,“ jelasnya. **