Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—TNI terpaksa menunda evakuasi tenaga kesehatan (nakes) dari Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang ke Kota Jayapura.
Rencananya, para nakes tersebut akan dievakuasi dari Distrik Kiwirok menggunakan Helly jenis Carcal pada Rabu (15/9/2021), namun ditunda karena kondisi cuaca yang tak memungkinkan.
“Betul, ditunda (karena cuaca di sana tidak mendukung). Besok direncanakan baru akan take off dari Baseops pukul 06.30 WIT ke Kiwirok,” ungkap Kapenrem 172/PWY Mayor Inf Dewa Made Dharmawan kepada Papuainside.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (15/9/2021) sore.
Evakuasi terhadap nakes dilakukan untuk selanjutnya mendapat perawatan di RS Marthen Indey Jayapura.

Dari data yang diterima Korem 172/PWY, nakes yang akan dievakuasi dalam kondisi stabil, namun mereka menderita luka-luka akibat ulah Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) pimpinan Lamek Taplo di Kiwirok.
Total ada 12 tenaga kesehatan di Kiwirok, 1 diantaranya sedang berada di Jayapura sehingga 11 orang sedang betugas saat peristiwa pembakaran dan penyerangan oleh kelompok Lamek Taplo berlangsung. Dari 11 orang, delapan berhasil selamat dan berlindung di Pos TNI Kiwirok, sementara tiga nakes masih dalam pencarian.
Sebelumnya, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan kepada wartawan mengungkapkan nakes yang berhasil mengamankan diri ada yang dipukul hingga babak belur oleh kelompok tersebut.
Bahkan delapan nakes tersebut 3 diantaranya alami luka-luka, salah satunya menderita luka memar di wajah dan luka tusuk di kemaluan dan di paha kanan, sementara yang lainnya menderita patah tangan.
Kelompok separatis pimpinan Lamek Taplo sebelumnya membakar sejumlah fasilitas umum di distrik tersebut.
Kantor Kas Bank Papua Kiwirok, Pasar Kiwirok, Puskesmas Kiwirok dan SD Inpres Kiwirok ikut dibakar KKB.
Kelompok ini juga melakukan penembakan terhadap Pos TNI-Polri di Kiwirok dan kemudian melarikan diri.
TNI-Polri saat ini sedang berupaya untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut.
Sementara kondisi Distrik Kiwirok sendiri hingga kini, kata Danrem, sudah kondusif. Warga bersama nakes masih mengamankan diri ke Pos TNI di Kiwirok. **














