Cerita Dibalik “Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024”

Suasana Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024 di Kampung Nebes, Distrik Kokoda, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (18/12/2024). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, KOKODA—Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024 di sejumlah kampung tempat domisili warga Suku Kokoda berlangsung 13-20 Desember 2024.

Masing-masing Kampung Migori, Kampung Kasuweri, Kampung Birawako, Arbasina, Nebes dan Tarof di Distrik Kokoda, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya.

Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024 adalah bagian dari program 3 M Samdhana Institute, yang berkolaborasi dengan Komunitas Peduli Papua (KOMPIPA).

3 M merupakan kepanjangan dari Menoken, Menanam dan Mem-BUMMA.

The Samdhana Institute, merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yang bergerak melakukan penguatan kapasitas bersama masyarakat adat dan komunitas lokal, khususnya terkait dengan lingkungan hidup.

Direktur BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, Yohana Tarkuo, mengalungkan noken kepada Ketua KOMPIPA Sorong, Triantoro, didampingi  Kepala Kampung Migori Haji Abdul Put Simurut, ketika Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024 di Kampung Migori, Minggu (15/12/2024). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Dampingi Suku Kokoda

Ketua KOMPIPA Sorong, Triantoro menjelaskan, KOMPIPA berdiri di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya 18 Maret 2017, diinisiasi kawan-kawan, yang peduli dengan warga dan anak-anak di Tanah Papua. 

Dikatakan Triantoro, KOMPIPA adalah sebuah organisasi/komunitas yang  sejak lebih dari 5 tahun terakhir ini melakukan pendampingan berupa kegiatan sosial dan lingkungan hidup kepada warga asal suku Kokoda, yang berdomisili di sekitar Kabupaten Sorong, antara lain, di Kampung Kurwato, Maibo, Usili dan Warmon.

“KOMPIPA selama ini belum pernah mengunjungi dan menginjak kaki di Kokoda. Oleh karena itu, kami menyambut baik gagasan Samdhana untuk melakukan kegiatan Menoken Domberai, khususnya kegiatan Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024, untuk melihat dari dekat, silaturahmi dan berinteraksi dengan warga Suku Kokoda,” tukas Triantoro.

Suasana Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024 di Kampung Kasuweri, Distrik Kokoda, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, Senin (16/12/2024). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Nilai-Nilai Noken

Nokeners Yogyakarta, Ambrosius Ruwindrijarto mengatakan pihaknya menemani KOMPIPA, untuk Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024.

Ruwi panggilan akrab Ambrosius Ruwindrijarto pun menjelaskan kegiatan menoken, yang terinspirasi dari filosofi noken, yang ada di tengah-tengah masyarakat di Tanah Papua. 

Ruwi mengatakan, didalam noken ada nilai-nilai kelenturan atau fleksibel, terbuka apa adanya dan juga belajar menerima pengetahuan baru, ide-ide dan lain-lain. Kemudian ada nilai-nilai berdayaguna, karena noken memiliki multi fungsi.

“Jadi kita juga ingin menyebarluaskan nilai-nilai bahwa kita masih-masing sebagai pribadi sebagai orang maupun sebagai masyarakat atau sebagai kampung ingin menjadi bagian yang berguna untuk diri sendiri, untuk keluarga, masyarakat bahkan untuk tanah Papua yang lebih luas lagi,” tutur Ruwi.

“Kemudian ada nilai-nilai saling terhubung satu sama lain. Orang Papua semua pasti ada hubungannya apakah dia sebagai kakak, ipar atau anak mantu semua terhubung secara keluarga hingga berbentuk marga kemudian saling terhubung jadi satu suku,” tutur Ruwi lagi.  

Ruwi menjelaskan, suku Kokoda juga pasti terhubung dengan suku-suku lain yang ada di tujuh wilayah adat di Tanah Papua, yakni Tabi/Mamta, Saereri, Mae Pago, La Pago, Animha, Domberai dan Bomberai.

“Jadi semua punya hubungan, karena kita semua-sama sama orang Papua. Hubungan-hubungan itu penting sekali dan mestinya saling bekerjasama,” terang Ruwi.

Ruwi menuturkan, kalau semua sudah ikut menoken, maka sebenarnya semua orang adalah penoken atau nokeners.

“Nokeners tak ada kartu-kartuan, tak ada pendaftaran. Tapi kalau  pernah ikut menoken berati sudah bisa menyebut diri sebagai nokeners atau anggota komunitas menoken,” tandas Ruwi.  

Komunitas Menoken tengah menganyam noken di Kampung Birawako, ketika Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024, Selasa 17/12/2024). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Apresiasi

Koordinator The Samdhana Institute Wilayah Papua, Piter Roki Aloisius menyampaikan apresasi setinggi-tingginya kepada warga suku Kokoda, yang telah menerima, menyambut dan ikut mensukseskan Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024,” ungkap Roki.

Direktur BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, Yohana Tarkuo tak bisa menyembunyikan rasa senang sekaligus terharu, karena warga Kokoda memiliki akses yang terbatas, terutama pelayanan publik. Tapi keterbatasan ini justru membuat mereka terus berusaha untuk tetap eksis menjalani kehidupan.

“Saya sempat jalan-jalan berkeliling kampung, melihat pelayanan publik, ternyata masih ada sejumlah kampung, yang perlu diperhatikan dan dibantu dinamisasinya. Dan yang di kampung tempat-tempat lain kita di Tanah Papua yang aksesnya lebih memadai, seharusnya aktivitas kampung tersebut bisa lebih berjalan dengan lancar,” tandas Ana, panggilan Yohana Tarkuo.

Ana mengatakan Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024, setidaknya membuat semuanya saling terbuka dan tersambung atau konektivitas.

“Apa yang mereka butuh sekiranya kita bisa ikut membantu warga Kokoda,” ucap Ana.

Sejumlah wanita membawa sayur paku, ketika Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024 di Kampung Migori, Distrik Kokoda, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, Minggu (15/12/2024). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Kokoda Selalu Menanti

Kepala Kampung Migori Haji Abdul Put Simurut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada KOMPIPA, Komunitas Menoken, The Samdhana Institute, Mitra BUMMA, BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, yang telah mengunjungi suku Kokoda.

“Anak-anak sudah datang kesini, untuk mengingat dan mengenal kami yang ada disini. Mungkin anak-anak dan saudara-saudari dorang pulang pasti ingat selalu kami di Kokoda. Kami selalu menanti, bila suatu saat kalian ingin pulang kampung ke Kokoda,” pungkasnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *