Cegah Penyelewengan Dana Desa, Bupati Spei Libatkan Polri dalam Pengawasan

Wakil Kepal Polres (wakapolres) Pegubin Kompol Micha Toding Potty, S.H., S.I.K., M.H menyatakan siap menjalankan kebijakan Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana ST, m.Si. (foto: Aquino Ningdana)

PAPUAINSIDE.ID, OKSIBIL— Untuk mencegah penyelewengan dana desa atau dana kampung, Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, ST, M.Si melibatkan Polri dalam pengawasan di 277 kampung se Kabupaten Pegubin.

‘’Atas nama Bupati Pegubin Spei Yan Bidana,ST.M.Si dan Wakil Bupati Arnold Nam,S.AP secara resmi memberikan kepercayaan penuh kepada aparat kepolisian untuk memantau penggunaan dana desa di 277 kampung guna mencegah penyalahgunaan,’’ ujar Bupati Spei.

Penegasan ini disampaikan Bupati Spei saat memulangkan 21 PSK di Bandara Oksibil, yang merupakan hasil dari operasi pembersihan penyakit masyarakat.

Penyakit masyarakat ini, kata Bupati Spei harus diberantas untuk menyelamatkan manusia Okmemin dan generasi mudanya.

Selain mengawasi dana desa, Polri juga diikutkan mengawasi penggunaan dana BOS dan BOK. ‘’Dana desa, BOK maupun BOS digunakan untuk masyarakat namun sering kepala kampung, kepala puskesmas maupun kepala sekolah menganggapnya sebagai milik pribadi, uang dibawa putar-putar di Oksibil maupun di Jayapura dan tidak dibawa pulang ke kampung,’’ tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Spei memberikan tanggungjawab penuh kepada aparat TNI-POLRI untuk menangkap kepala kampung, kepala sekolah dan kepala puskesmas yang menyelewengkan dana untuk diproses hukum.

‘’Jadi yang sudah dapat jabatan kepala kampung, kepala sekolah dan Puskesmas mulai sekarang ini pergi ke tempat tugas dan jalankan sesuai dengan tupoksi nya masing-masing. tanpa ada alasan, jika kedapatan melakukan hal yang tidak pantas, maka orang tersebut tidak diberi ampun,’’ tandasnya.

Pembersihan penyakit masyarakat ini, kata Bupati Spei sebagai momentum membangun Pegunungan Bintang dengan saling mendukung dan bekerjasama bukan saling menjatuhkan dan menyerang dengan menyebarkan hoax di media sosial.

“Dengan momentum ini saya juga mau ingatkan kepada intelektual Pegubin yang sudah selesai kuliah maupun yang masih dalam kuliah harap supaya tidak membangun isu hoax yang menjatuhkan satu sama lain, mari kita belajar dan berproses dan datang membangun daerah,’’ pesannya. ** (Aquino Ningdana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *