Cegah Konflik Berkepanjangan, Wabup Jayawijaya Minta Dua Kelompok Menahan Diri

Wabup Jayawijaya, Ronny Elopere saat memimpin rapat bersama LMA, dan para tokoh masyarakat, dalam upaya penyelesaian konflik warga di Woma, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Minggu (10/5/2026). (Foto: Istimewa)

Oleh: RF  I

PAPUAINSIDE.ID, WAMENA—Wabup Jayawijaya, Ronny Elopere, menghimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya keluarga besar dari Kurima dan Woma, untuk menjaga situasi tetap kondusif dan menahan diri dari segala bentuk pertikaian.

Demikian disampaikan Ronny, saat memimpin rapat bersama Lembaga Masyarakat Adat (LMA), dan para tokoh masyarakat, dalam upaya penyelesaian konflik warga di Woma, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Minggu (10/5/2026) malam.

Hal ini ditegaskan agar proses pencarian warga yang hanyut di Kali Woma dapat berjalan maksimal tanpa gangguan keamanan.

Ronny menekankan bahwa prioritas utama pemerintah daerah saat ini adalah menemukan para korban yang hingga kini sebagian besar belum ditemukan.

Fokus pada Misi Kemanusiaan

Menanggapi adanya motivasi warga untuk menyatakan perang atau konflik fisik beberapa waktu lalu, Wabup Ronny meminta agar niat tersebut dihentikan. Ia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan “gerakan tambahan” yang dapat memicu gesekan di lapangan.

“Kami pemerintah berharap untuk sementara kita fokus cari para perempuan yang hanyut kemarin. Kami mohon berikan pemahaman agar tidak ada gerakan tambahan, supaya keluarga Lani bisa fokus melakukan pencarian,” ujar Ronny melalui Siaran Pers, Senin (11/2025).

Ia menambahkan bahwa jumlah korban yang hanyut cukup banyak. Meski beberapa korban sudah ditemukan, tapi sebagian besar korban diduga masih berada di dalam air.

Sesuai dengan arahan Ketua LMA Lani Jaya, rencananya akan dilakukan penyisiran besar-besaran di sepanjang bantaran Kali Woma. Pencarian akan dimulai dari area Muara hingga ke jembatan yang menjadi lokasi awal kejadian.

Untuk melancarkan aksi kemanusiaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meminta warga di pihak Woma atau Kurima untuk menahan diri dan tidak mendekat ke lokasi pencarian agar tidak terjadi salah paham.

“Kami harap Mereka (warga di pihak Woma atau Kurim) ruang bagi keluarga korban (keluarga Lani) untuk melakukan penyisiran dengan bebas. Demi menjaga kedamaian dan stabilitas ekonomi daerah yang sempat terganggu akibat situasi yang memanas ini,” ungkapnya.

Pemerintah daerah bersama Kapolres Jayawijaya dan Lany Jaya memastikan bahwa proses pencarian jenazah pada esok hari akan dikawal ketat oleh pihak keamanan. Pasalnya langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada gesekan antar kelompok warga di lapangan.

“Rapat ini memutuskan besok tidak boleh ada yang bikin gesekan. Kita jaga sama-sama, dikawal oleh keamanan, dan kami dari pemerintah juga akan ada di lapangan,” tegasnya.

Selain itu, Ronny berharap kerja sama seluruh tokoh dan elemen masyarakat agar agenda kemanusiaan ini dapat selesai dengan baik dan kedamaian di Jayawijaya tetap terjaga. **

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *