Calon Wakil Gubernur Papua Versi Demokrat Mengerucut ke Satu Nama, Siapakah

Ketua DPD Partai Demokrat Papua, Lukas Enembe, SIP, MH, usai rapat pleno pengusulan nama calon Wakil Gubernur Papua. (Foto: Dian Mustikawati for Papuainside.com)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Setelah menggelar rapat pleno dalam rangka pengusulan nama calon Wakil Gubernur Papua, pengganti mendiang Klemen Tinal. Calon wakil gubernur Papua versi DPD Partai Demokrat Papua, akhirnya mengerucut ke satu nama.

Diketahui wakil gubernur Papua Klemen Tinal wafat pada 21 Mei 2021 lalu, karena menderita sakit.

Siapakah dia? Nama calon wakil gubernur yang direkomendasikan DPD Partai Demokrat Papua, ternyata tokoh yang tak asing lagi bagi warga Papua. Kader terbaik partai demokrat Papua, yang selama ini ikut membantu Pemerintah Provinsi Papua, terutama persiapan pelaksanaan PON XX Papua tahun 2021.

Dialah DR. Yunus Wonda, SH, MH. Selain menjabat Wakil Ketua I DPR Papua dan Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Papua,  ia juga Ketua PB PON XX Papua 2021.

Sebelumnya, rapat pleno DPD Partai Demokrat Papua dalam rangka pengusulan nama calon Wakil Gubernur Papua menghasilkan enam nama kader terbaik partai berlambang bintang mercy itu.

Keenam kader terbaik tersebut antara lain, Ricky Ham Pagawak, SH, MSi (Bupati Mamberamo Tengah), DR. Yunus Wonda, SH, MH (Wakil Ketua I DPRP), Tony Tesar, SSos (Bupati Yapen), Usman G. Wanimbo, SE, MSi (Bupati Tolikara),  Yermias Bisay, SH (Bupati Waropen) dan Natalis Tabuni, SSi, MSi (Bupati Intan Jaya).

Dari keenam calon wakil gubernur  tersebut, setelah diserahkan kepada Ketua DPD Partai Demokrat Papua, Lukas Enembe, akhirnya terpilih DR. Yunus Wonda, SH, MH sebagai calon wakil gubernur Papua versi Partai Demokrat Papua.

Ketua DPD Partai Demokrat Papua yang juga Gubernur Papua, Lukas Enembe mengatakan, pihaknya menginginkan sosok wakil gubernur yang bisa mengamankan kebijakan sekaligus menerjemahkan visi misi gubernur untuk kepentingan seluruh rakyat Papua.

Selain itu, kata Enembe, pihaknya ingin wakil gubernur Papua, yang bisa membantu tugas-tugas Gubernur dan sejalan dengan pemikiran Gubernur bahkan bisa mengamankan keberpihakan kepada orang asli Papua.

“Saya mau wakil gubernur itu bisa melihat Papua secara utuh bahwa Papua itu kaya akan sumber daya alam, sehingga harus dikelola dengan baik. Kemudian bisa membantu tugas-tugas pemerintahan dengan baik,” ungkap Enembe di Gedung Negara, Dok V Atas, Jayapura, usai mengikuti serahterima Sekda Papua, Rabu (14/7/2021).

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Demokrat Papua, Boy Markus Dawir, SP usai menemui Ketua DPD Partai Demokrat Papua, Lukas Enembe mengakui bahwa sesuai arahan dan perintah bahwa Yunus Wonda ditunjuk mewakili Partai Demokrat Papua dalam pencalonan wakil gubernur Papua.

Untuk itu, sebagaimana perintah Ketua DPD Partai Demokrat Papua kepada seluruh kader dan pengurus untuk wajib mengamankannya.

Menyoal tahapan selanjutnya, Boy menambahkan, setelah satu nama calon dari Partai Demokrat Papua keluar, maka selanjutnya akan menunggu satu nama dari Koalisi Papua Bangkit (KPB) jilid II atau partai politik pengusung pasangan calon gubernur Papua dan wakil gubernur Papua, Lukas Enembe dan Klemen Tinal (LUKMEN) pada Pilkada Papua tahun 2018 lalu.

KPB Jilid II berkekuatan 9 partai politik, sehingga hanya dua nama calon wakil gubernur, yang akan diusulkan kepada  Gubernur Papua.

“Seandainya ada 4 atau 5 lima calon wakil gubernur dari KPB Jilid II, maka gubernur akan memilih satu nama untuk mendampingi satu nama dari Partai Demokrat, sehingga ada dua nama yang diusulkan gubernur ke DPR Papua,” jelas Boy.

Setelah dua nama calon tersebut sudah di DPR Papua, maka DPR Papua akan melakukan tahapan selanjutnya seperti membentuk pansus dan tahapan seleksi administrasi dan  seleksi keaslian orang asli Papua di MRP.

“DPR Papua bentuk pansus kemudian seleksi berkas selanjutnya diserahkan ke MRP untuk dicek keaslian orang Papua. Jadi perintah Gubernur, supaya proses ini secepatnya dilakukan dan tak terlalu lama, sehingga kekosongan kursi wakil gubernur Papua segera diisi,” pungkasnya.

Diketahui komposisi kursi KPB Jilid II di DPR Papua, masing-masing Demokrat 8 kursi, Nasdem 8, Golkar 6, PAN 6, PKS 3, PKB 3, Hanura 3, PPP 1. **