Bupati Willem Wandik Resmikan Asrama Sinak di Jayapura

Bupati Puncak Willem Wandik, SE, MSi meresmikan asrama mahasiswa Sinak di Kota Jayapura. (foto: Ignas Doy)

Oleh: Ignas Doy |

PAPUAInside.com, JAYAPURA—Bupati Puncak Willem Wandik, SE, MSi, meresmikan Asrama Mahasiswa Sinak di Perumnas III, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Senin (06/07/2020).

Turut hadir Wakil Bupati Puncak  Pelinus Balinal, Ketua TP PKK Kabupaten Puncak Elpina Kogoya Wandik, pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Puncak, Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Sinak (IPMS) Jayapura Hotinus Aso, Ketua Komunitas Mahasiswa Pelajar (KMPP) Se Jayapura Terianus Hagabal, SE dan penghuni asrama mahasiswa Sinak.

Asrama Mahasiswa Sinak dibangun di atas lahan seluas 2065 meter persegi.

Adapun pembiayaan meliputi pematangan tanah atau lahan dan  pembuatan talud pada tahun anggaran 2015,  yang menelan anggaran sebesar Rp 1.6 miliar, pembangunan gedung asrama mahasiswa Sinak dilaksanakan pada tahun anggaran 2017 yang menelan anggaran sebesar Rp 5,4 miliar, sehingga total pembangunan asrama Rp 7,1 miliar.

Kapasitas dan fasilitas masing-masing kamar tidur berjumlah 22, kamar mandi 12 buah, 2 ruang makan, 2 ruang tamu dan 1 buah dapur. Asrama  Mahasiswa Sinak berkapasitas  126 orang.

Bupati Wandik mengatakan, sejak kabupaten Puncak berdiri 12 tahun lalu Pemkab Puncak memprioritaskan untuk membangun asrama mahasiswa di setiap kota studi  di seluruh Indonesia.

Setidaknya sudah terdapat lima asrama mahasiswa yang dibangun dan diresmikan. Masing-masing empat di kota Jayapura dan satu di Manokwari di Provinsi Papua Barat.

Pembangunan seluruh asrama bersumber dari dana Otsus dan Dana Alokasi Umum (DAU). Pemkab Puncak mengalokasikan Rp 30 miliar lebih untuk biaya pendidikan, seperti beasiswa, pembangunan asrama mahaswa, biaya kuliah dan operasional lainnya.

Dikatakan, pihaknya merencanakan tahun depan meresmikan satu asrama mahasiswa di kota Jayapura  dan di Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

“Kami sedang menjajaki dan mencari tanah, untuk bangun asrama mahasiswa di Bandung, Jakarta  dan Yogyakarta,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya sejak tahun pertama terus berupaya mencari tanah, untuk membangun asrama mahasiswa, baik di kota Jayapura, Bandung, Yogyakarta, Manokwari  dan Manado.

Meski demikian, pihaknya terkendala mendapatkan tanah. Kalaupun sudah memiliki tanah, tapi  masyarakat setempat  tak mengizinkan untuk  membangun asrama mahasiswa Papua pada umumnya.

Dikatakan, pihaknya membangun asrama mahasiswa di seluruh kota studi di tanah air, agar putra-putri asal kabupaten Puncak bisa tinggal dan belajar yang representatif.

Pemkab Puncak sebelum membangun asrama mahasiswa, mengontrak rumah di setiap kota studi, untuk tempat tinggal sementara mahasiswa dari 28 distrik di kabupaten Puncak, praktis APBD Pemkab Puncak habis untuk membayar kontrakan.

Oleh karena itu, tambahnya, pihaknya mulai berpikir membangun asrama induk yang besar, supaya bisa menampung putra-putri Puncak.

Menurutnya, rumah ini sebagai honai untuk focus belajar, membangun diri sendiri menuju masa depan yang lebih baik lagi.

“Jagalah dan gunakan tempat ini dengan baik, tamat tepat waktu, berkualitas, sehingga mereka balik untuk membangun di Puncak,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Sinak (IPMS)  Jayapura Hotinus Aso mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemkab Puncak, yang telah membangun asrama mahasiswa.

“Kami sudah rindukan. Dan Tuhan telah membuka jalan, agar asrama ini diresmikan,” ucapnya. **