PAPUAINSIDE.ID, OKBIBAB, —Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST., M.Si, secara resmi menyerahkan dana desa secara simbolis kepada dua Distrik yaitu Okbibab dan Okbab di Abmisibil pada Rabu (05/06/2026).
Rombongan Bupati dari Oksibil berangkat menuju Okbibab menggunakan penerbangan milik PT AMA, tiba di Lapangan Terbang Abmisibil dan disambut meriah oleh masyarakat dengan tarian adat serta hiasan budaya khas suku Ngalum.
Bupati Pegunungan Bintang menyampaikan pentingnya pemanfaatan dana desa yang tepat dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Kita di Papua, khususnya di Kabupaten Pegunungan Bintang, belum banyak menghasilkan produk unggulan yang dapat menjadi andalan. Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang mengalokasikan dana langsung sampai ke tingkat kampung, dan ini harus dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa selama ini mungkin ada kesalahpahaman dari pihak pendamping terkait penggunaan dana desa yang tidak sesuai dengan ketentuan. “Mulai sekarang, dana ini harus digunakan untuk kebutuhan esensial kampung seperti penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur yang mendukung kelistrikan dengan teknologi surya yang kini sudah semakin efisien dan terjangkau, serta tidak perlu lagi bergantung pada pembangkit listrik mikro yang mahal untuk dirawat,” jelasnya.
Bupati juga mengajak agar dana desa digunakan untuk mendukung pendidikan anak-anak. “Di salah satu kabupaten di Jawa, dana desa digunakan untuk program ‘satu sarjana per keluarga’. Kita juga bisa melakukan hal serupa agar anak-anak kita tidak terjebak pada pendidikan dasar saja. Selain itu, fokuskan pada pengembangan usaha produktif seperti pertanian kopi – daerah kita merupakan pusat kopi dengan permintaan tinggi dan harga yang menguntungkan,” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa tidak perlu membangun kebun yang terlalu luas, cukup dengan skala kecil namun produktif. “Satu keluarga bisa menanam 10 hingga 20 pohon kopi saja, yang bisa menghasilkan sekitar satu kilo per bulan. Jika dikelola dengan baik, produk ini bisa masuk pasar nasional bahkan internasional,” katanya.
Bupati juga menyampaikan bahwa sejak tahun 2016 hingga saat ini, penggunaan dana desa telah memberikan dampak positif, “Kita tidak boleh ketinggalan perkembangan teknologi dan ekonomi. Uang desa harus masuk langsung ke rekening yang tepat, tidak lagi melalui jalur yang tidak jelas sehingga banyak yang tidak sampai ke tangan masyarakat. Sekarang semua harus memiliki rekening dan sistem pembayaran dilakukan secara langsung,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa dana desa merupakan dana yang bersumber dari APBN yang diperuntukkan bagi desa. “Uang ini harus digunakan untuk membangun kampung. Mulai sekarang, para pemimpin kampung, tokoh perempuan, dan seluruh elemen masyarakat harus bertanggung jawab penuh. Pastikan pendidikan di kampung berjalan dengan baik setiap anak wajib menyelesaikan pendidikan sarjana,” pungkasnya.
Bupati juga mengingatkan agar seluruh pihak mulai dari kepala puskesmas, kepala sekolah, hingga tokoh agama dan pemuda bekerja sama untuk memastikan setiap orang yang belum menyelesaikan pendidikan SD, SMP, atau SMA dapat melanjutkan studinya. “Sistem sekarang harus berubah, kita tidak boleh lagi tinggal diam melihat anak-anak kita tidak mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.
Penyerahan dana desa ini dihadiri oleh kepala-kepala kampung dari dua distrik Okbab dan Okbibab, Sekretaris Dinas DPMPK beserta staf, kepala distrik, dan aparat keamanan. Kegiatan ini dibuka dan ditutup dengan doa yang dibawakan oleh Pastor Paroki Abmisibil. (Aquino Ningdana)













