Bupati Puncak Kutuk Pelaku Penembakan Karyawan Bank Papua di Sinak

Bupati Puncak Willem Wandik, SE, M,Si saat melayat ke rumah duka korban penembakan karyawan PT. Bank Papua Darius Yumame di Timika, Rabu (14/12/2022). (foto: Diskominfo Puncak)

PAPUAInside.com, TIMIKA— Sebagai ucapan turut berduka cita, Bupati Puncak Willem Wandik, SE, M.Si menyerahkan dana Rp 1 M kepada keluarga almarhum Darius Yulis Yumame, yang tewas ditembak OTK di Pasar Sinak, Puncak, Provinsi Papua Tengah pada Selasa (13/12/2022).

Penyerahan dana berlangsung di Timika dan diterima Piet Hein Jitmau Ketua Keluarga A-3 di Timika mewakili keluarga, Kamis (14/12/2022).

“Kami mohon maf untuk keluarga besar A3, kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat Daya, kejadian ini bukan keinginan kami, ini dilakukan oleh orang yang bukan normal, kami percaya Tuhan itu maha adil, pembalasan pasti akan diterima oleh pelaku,” ujar Bupati Wandik.

Bupati Puncak Willem Wandik SE, M.Si menyerahkan uang duka kepada keluarga Almarhum Darius Jumame karyawan Bank Papua yang tewas ditembak OTK di Sinak Puncak pada Selasa (13/12/2022). (foto: Diskominfo Puncak)

Lanjut kader PDIP Perjuangan ini, uang Rp 1 M ini sebagai ungkapan duka mendalam serta menyanggupi tuntutan bayar adat ganti kepala. Selain itu Pemkab juga memberikan biaya duka, menanggung akomodasi pesawat untuk mengantar korban sampai di kampung halamannya di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat daya untuk dimakamkan.

Bupati Wandik mengutuk keras pelaku penembakan yang menghilangkan nyawa Darius Yulis Yumame yang sehari-harinya melayani perekonomian masyarakat di Kabupaten Puncak.

“Saya minta kepada Kepolisian Indonesia jangan hanya sebut saja KKB, OTK, ini kriminal, kalau bisa cari orangnya dan tangkap, jadikan DPO kalau kita tidak lakukan seperti ini, pasti akan berulang lagi,” tegasnya.

Kepala suku masyarakat Maybrat di Timika Piet Hein Jitmauw berharap agar kejadian ini merupakan kejadian yang terakhir, karena mendatangka duka yang mendalam bagi keluarga, apalagi korban meninggalkan dua orang anak, sebagai anak Papua, harusnya mereka dilindungi.

“Anak kami ini murni karyawan Bank Papua bukan siapa-siapa, mengapa sampai dibunuh, dia salah apa, peristiwa ini menyebabkan kami anak Papua berkurang lagi,’’ ungkapnya.

Katanya bicara soal TPM-OPM, bukan ada saja di Kabupaten Puncak, ada juga di daerah lain, namun mereka itu terstruktur, jalur komando jelas,mana yang menjadi musuh, mana yang dilindungi, tidak sembarang tembak, namun kejadian di Sinak ini, sudah mengarah ke kriminal murni.

“Kami harap ini kejadian yang terakhir,semoga tidak terulang lagi,” tukasnya.

“Atas nama keluarga kami sampaikan terimah kasih buat pemerintah daerah Kabupaten Puncak, terutama bupati yang sudah hadir sebagai anak adat, termasuk sudah membantu akomodasi sampai terbangkan korban ke kampung halaman,” tambahnya. ** (Diskominfo Puncak)