Oleh: RF I
PAPUAINSIDE.ID, WAMENA—Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH, MH, akan mengevaluasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang tidak disiplin, terutama mereka yang sering tidak masuk kerja dan tidak memenuhi kewajiban kehadiran.
Pernyataan itu disampaikan Atenius saat memimpin apel CPNS yang baru diangkat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya di Halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Wamena, Rabu (16/9/2026).
Dari sekitar 820 CPNS, sekitar 500 orang hadir dalam apel tersebut. Tingkat kehadiran menjadi perhatian pemerintah daerah karena pada apel sebelumnya jumlah CPNS yang hadir bahkan tidak mencapai 200 orang.
“Dari sekitar 820 orang, tadi yang hadir baru 500-an. Hampir 300 juga tidak hadir dengan berbagai alasan. Yang sakit kita maklum, yang memang tidak bisa ditinggalkan juga kita maklumi. Tetapi yang tidak hadir tanpa keterangan, padahal sudah diumumkan, tentu menjadi perhatian,” ujar Bupati.
Atenius menegaskan, kedisiplinan harus dibangun sejak seseorang masih berstatus CPNS. Meski belum menjadi PNS, CPNS tetap harus menunjukkan tanggung jawab sebagai calon aparatur pemerintah.
“Kita akan evaluasi. Kalau malas-malasan dan absen tidak pernah masuk, tentu dalam tiga bulan ke depan akan kita lihat. Jangan sampai orang yang mau bekerja dan disiplin kehilangan kesempatan, sementara yang sudah diberikan kesempatan menjadi CPNS justru malas bekerja,” tegasnya.
Atenius juga meminta pimpinan OPD memberikan pembinaan, pembagian tugas, dan arahan yang jelas kepada CPNS. Menurut dia, pembentukan karakter dan disiplin kerja perlu dilakukan sejak awal masa pengabdian.
Selain disiplin kerja, Bupati mengingatkan CPNS agar mampu mengelola penghasilan dan tidak terburu-buru mengambil kredit selama masih berstatus CPNS.
“Saya ingatkan, selagi masih CPNS jangan terburu-buru mengambil kredit. Kredit itu bisa menyiksa. Kalau terlalu banyak kredit, penghasilan setiap bulan menjadi kecil. Akhirnya motivasi untuk bekerja juga bisa menurun,” katanya.
Ia meminta CPNS menyesuaikan kebutuhan dengan penghasilan yang diterima dan mengelolanya secara bijak.
“Belajar mencukupkan diri dengan gaji yang ada. Atur dan kelola dengan baik. Jangan dipaksakan untuk mengambil kredit. Senang di depan, tetapi sakit di belakang,” pesan Bupati.
Atenius juga mendorong CPNS terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan sesuai bidang tugas. Mereka diharapkan tidak sekadar hadir di kantor, tetapi aktif belajar, bekerja, dan memberikan kontribusi dalam pelayanan pemerintahan.
“Ini generasi yang akan meneruskan kita. Mereka harus belajar disiplin, memahami pembagian kerja, menerapkan ilmu yang mereka punya dan terus menambah keterampilan. Karena suatu saat nanti mereka yang akan melanjutkan tugas pemerintahan ketika generasi kami sudah tidak ada,” jelasnya.
Pembinaan terhadap CPNS tersebut diharapkan membentuk aparatur yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas pemerintahan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. **













