Buka Pasar Murah di Fakfak, Gubernur Waterpauw Sampaikan Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrim

Gubernur Paulus Waterpauw terbang je Fakfak untuk membuka psar murah di bulan ramadan serta membantu ekonomi warga. (foto: istimewa)

PAPUAInside.id, FAKFAK, – Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn), Drs. Paulus Waterpauw. M. Si membuka pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat bekerjasama dengan Kabupaten Fakfak di Kota Fakfak, Senin (17/04/2023).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Patrige Rudolf Renwarin, Kasdam XVIII Kasuwari, sejumlah pimpinan OPD Provinsi Papua Barat, Bupati Fakfak unsur Forkopimda serta warga setempat.

Pemerintah Provinsi Papua Barat menyiapkan 1000 paket sembako untuk pasar murah dalam bulan ramadhan serta untuk membantu perekonomian warga.

Gubernur Waterpauw dalam kesempatan tersebut menyampaikan tentang persoalan yang saat ini sementara dihadapi oleh Papua Barat yakni kemiskinan ekstrim dan stunting di mana Kabupaten FakFak adalah salah dari empat daerah yang mengalami peningkatan di tahun 2022.

Waka

Waka

Untuk menangani persoalan ini, Asisten III Setda Papua Barat, Muhammad Latif telah ditunjuk sebagai ketua tim percepatan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrim.

Gubernur Waterpauw juga menjelaskan tentang kemiskinan ekstrim dan stunting agar masyarakat dapat memahami dan mengerti apa yang dimaksud dengan kemiskinan ekstrem dan stunting.

“Kemiskinan ekstrim itu adalah kemiskinan di bawah kemiskinan biasa yang pengeluarannya hanya per hari hanya mampu sepuluh ribu dan perbulannya hanya tiga ratus ribu,” ujar gubernur.

Untuk menangani persoalan ini perlu adanya intervensi dari pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gizi mereka dan perekonomian mereka. Gubernur Waterpauw sendiri itelah menjadi orang tua asuh bagi anak stunting di Kabupaten Bintuni.

” Untuk menangani hal ini perlu adanya intervensi dari pemerintah dan pemerintah provinsi Papua Barat telah mendeklarasikan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrim, saya sendiri telah menjadi orang tua asuh bagi anak stunting di Bintuni,” ujar gubernur.

Pengembangan pola orang tua asuh adalah salah satu cara untuk penanganan stunting yang sifatnya tidak bisa dilakukan secara cepat namun harus berkelanjutan.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *