Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Pemuda Papua Ali Kabiay, yang juga merupakan Sekjen DPP Barisan Merah Putih (BMP) RI, mengatakan bahwa Papua merupakan salah satu provinsi dan bagian integral NKRI.
Gerakan untuk memisahkan Papua dari NKRI memang gerakan separatis, yang harus diwaspadai, sebab gerakan ini pun seakan meminta bantuan dari luar negeri dengan menyebarkan narasi bahwa Papua layak merdeka.
“Berbagai isu di Papua seutuhnya merupakan urusan dalam negeri dan semua negara memahami dan menghormati posisi Indonesia.
Papua saat ini sudah bebas secara politik, dan di sana sudah dijalankan pilkada, pilpres, pemerintah pusat terus melakukan kebijakan afirmatif dengan upaya sekuat tenaga memenuhi hak dasar, termasuk hak asasi manusia,” katanya, Sabtu (23/3/2024).
Kata Ali, sangat disayangkan upaya kelompok ULMWP yang justru terus mengkampanyekan kemerdekaan Papua.
“Tindakan tersebut tentu saja sama halnya dengan menista proses demokrasi yang sudah dijalankan oleh rakyat Papua ketika memilih dalam proses pilkada, pilpres, pileg, yang nota bene orang asli Papua juga ikut memilih dalam proses demokrasi Pemilu,” katanya lagi.
“Kelompok separatis itu yang hidup di luar negeri, malah mengklaim dan seringkali mengatasnamakan seperti seorang raja, kamu datang tinggal di Papua baru bicara Papua, skarang saya mau tanya, apa yang sudah kamu ULMWP ataua kelompok separatis di luar negeri buat untuk masyarakat Papua, kalau tidak buat apa – apa lebih baik jangan bicara soal Papua, ” tambahnya.
Lebih lanjut, Ali mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan perhatian besar, untuk Papua dan Papua Barat. Salah satu kepedulian Jokowi dalam melakukan pemerataan di seluruh wilayah Indonesia, diwujudkan melalui dana desa, yang dialokasikan khusus dalam APBN.
Karena kesempatan itu sudah diberikan melalui dana desa, tentunya ini harus bisa dimanfaatkan seluruh generasi muda Papua, untuk bisa berkarya dan membangun Papua yang lebih baik.
“Kepala-Kepala desa atau kepala kampung di Papua juga harus gunakan dana desa dengan baik dan bijak, sehingga berdampak langsung kepada masyarakat di kampung – kampung, dana kampung itu dipakai baik, jangan untuk kepentingan pribadi, memang tidak semua kepala kampung begitu, ada juga kepala kampung yang baik dan lebih memperhatikan masyarakatnya di kampung, ” jelas Ali.
Ia memandang, pemberitaan miring tentang Indonesia terhadap Orang Asli Papua, merupakan gerakan yang inskonstitusional yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang berada di luar negeri yang tidak mengerti dan memahami situasi dan kondisi perkembangan di Papua saat ini.
“Bagaimana kita mau tahu situasi real di tanah Papua kalau kita sendiri tinggal di luar negeri, bahkan masyarakat di luar Papua seperti di pulau jawa saja masih ada yang kurang paham tentang situasi dan kondisi di Papua,” ucap Ali.
“Mari kita bangun Papua, yang lebih sejahtera lagi, dengan melibatkan diri untuk melakukan hal-hal positif, termasuk melawan provokasi provokasi yang tidak bermanfaat bagi masa depan Papua yang akan datang. Papua merupakan bagian tak terpisahkan dari bingkai NKRI sampai kapanpun Papua merupakan anak kandung bumi pertiwi, ” tutupnya. **














