Oleh: Vina Rumbewas I
PAPUAinside.com, WAMENA–Bupati dan Wakil Bupati Lanny Jaya periode 2017-2022, Befa Yigibalom, SE, MSi dan Yemis Kogoya, SIP, bakal mengakhiri masa jabatan pada 22 Mei 2022 mendatang.
Demikian diungkapkan Befa, saat menyampaikan keterangan pers di kediamannya di Wamena, Senin (16/5/2022).
Meski demikian, ujar Befa, pihaknya akan menggelar ibadah syukuran akhir masa jabatannya, sekaligus akhir masa jabatanya sebagai Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah (ABPT) pada 19 Mei 2022 mendatang di Wamena.
Acara ini akan digelar dalam bentuk ibadah syukur dan pesta rakyat atau bakar batu, yang dihadiri rakyat, keluarga, kader, teman dan sahabat
“Saya dulu warga Jayawijaya yang pergi menjadi bupati di Lanny Jaya, dan saya kembali ke Jayawijaya dan akan hidup di Jayawijaya sebagai warga Jayawijaya. Sehingga di sinilah saya akan berbagi dengan semua masyarakat,” ungkap Befa.
Befa juga membeberkan tanggal 18 Mei 2022 nanti akan dilakukan pemilihan Ketua ABPT baru, sehingga syukuran pada tanggal 19 Mei nanti juga sekaligus penyambutan Ketua ABPT baru.
“Kami akan pilih ketua ABPT baru, saya sudah mengundang semua bupati. Jadi nanti akan ada sambutan juga dari ketua ABPT baru, agar masyarakat juga bisa mengenal. Jadi dua acara itu saja,” katanya.
Bantah Deklarasi Calon Gubernur
Terkait isu momen syukuran tersebut juga sekaligus akan dilakukan deklarasi dirinya sebagai calon gubernur Papua, namun isu tersebut dibantah Befa. Menurutnya, isu itu hanya dikembangkan kalangan simpatisan dan pendukungnya.
“Jika ada acara lagi yang sudah diinformasikan dan berkembang dikalangan simpatisan dan pendukung bahwa akan ada deklarasi calon gubernur itu tidak benar, itu hanya diujung acara. Tidak ada acara khusus untuk calon gubernur,” jelasnya.
Lanjut Befa, kalau pun dirinya menggelar pesta rakyat tersebut di Tiom ibukota Kabupaten Lanny Jaya, maka masyarakat akan tetap diundang datang memeriahkan pesta dan makan bersama.
Karena, menurutnya, hal tersebut adalah sesuatu yang indah, jika dilihat secara budaya, meskipun secara ekonomi acaranya tersebut menghabiskan biaya yang besar, namun secara budaya acara tersebut penuh suka cita.
“Kesempatan ini saya mengundang siapa saja untuk datang makan, termasuk provokator. Karena ada yang bilang ini syukuran otsuslah, deklarasi DOB lah, itu tidak logis dan tidak masuk akal. Jangan buat opini yang tidak benar, tapi datang tanya ke saya, jangan provokasi,” tegasnya.
Befa mengatakan, urusan DOB tidak perlu dideklarasi lagi, karena hal tersebut sudah ada di pemerintah pusat dan sudah jelas, dan saat ini semua sedang menunggu apakah dilanjutkan pemerintah pusat atau tidak.
“Ada juga yang kembangkan isu bahwa kegiatan tanggal 19 Mei adalah syukuran otsus, memangnya otsus Befa Yigibalom yang punya? Jangan sembarang,” katanya.
Ia minta agar kegiatan pada tanggal 19 Mei nanti tidak dipolitisir dengan berbagai isu yang bisa memprovokasi, karena acara tersebut murni ibadah syukur dan pesta budaya.
“Sekali lagi saya mengundang seluruh warga Lapago untuk datang makan, saya pemimpin Lapago yang memang dipersiapkan untuk pemimpin Papua kedepan. Salah satu pemimpin yang siap saya, salah satu dari semua pemimpin yang ada,” tegasnya.
Befa juga membeberkan bahwa pada tanggal 18 Mei nanti akan dilakukan pemilihan ketua ABPT yang baru, sehingga syukuran pada tanggal 19 Mei nanti juga sekaligus memperkenalkan ketua ABPT baru.
“Kami akan memilih ketua ABPT baru, saya sudah mengundang semua bupati. Jadi nanti akan ada sambutan juga dari ketua ABPT baru, agar masyarakat juga bisa mengenal. Jadi dua acara itu saja,” katanya.
“Sekali lagi saya mengundang seluruh warga Lapago untuk datang makan, saya pemimpin Lapago yang memang dipersiapkan untuk pemimpin Papua kedepan. Salah satu pemimpin yang siap saya, salah satu dari semua pemimpin yang ada,” tegasnya.
Karena itu, dirinya meminta oknum-oknum penyebar isu miring untuk tidak lagi menebar hoax.
Befa menuturkan, dirinya memilih tempat syukuran akhiri masa tugas di Wamena, karena dirinya merupakan ketua ABPT.
“Sebagai ketua ABPT saya sudah melakukan hal-hal terbaik untuk melindungi dan mengamankan Jayawijaya dan itu sudah saya lakukan. Saya lakukan tindakan-tindakan untuk menyelamatkan orang Papua kedepan. Kita keluarga, kita tidak akan tinggalkan negeri ini selain disini dan kita akan mengakhiri hidup di sini di tanah ini,” pungkasnya. **














