Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Barisan Merah Putih (BMP) Papua, masyarakat adat dan beberapa organisasi pemuda di Kota Jayapura menggelar diskusi menyikapi aksi-aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Diskusi itu berlangsung di Sekretariat BMP Papua di Waena, Kota Jayapura, Selasa (16/5/2023) siang.
Ketua Barisan Merah Putih Max Abner Ohee dalam kesempatan itu dengan tegas minta TNI-Polri untuk menindak tegas aksi KKB.
Pihaknya mendukung Satgas Damai Cartenz untuk melakukan upaya penegakan hukum terhadap KKB dan simpatisannya.
Dalam pernyataan sikapnya, Max Ohee menjelaskan bahwa apa yang dilakukan KKB adalah bagian dari pelanggaran HAM berat yang harus segera disikapi.
Menurutnya, hal ini dilihat dari banyaknya korban dalam aksi-aksi yang dilakukan KKB.
“Penyanderaan pilot, pembunuhan masyarakat dan tukang ojek yang tidak bersalah terus terjadi akibat ulah KKB, ini pelanggaran HAM dan sangat tidak manusiawi. Kami mendukung penuh penegakan hukum oleh aparat keamanan,” jelas Max Ohee dalam pernyataan sikap yang dibacakan Pemuda Intelekual Tabi, Paulinus Ohee, SH.
Max Ohee dalam sesi diskusi menjelaskan, KKB harus melepas pilot Susi Air, karena hal itu dapat mempengaruhi perkembangan ekonomi di Papua.
Pilot maupun maskapai yang beroperasi di Papua akan merasa tak aman dan berujung terhambatnya pasokan bahan pangan ke wilayah pedalam Papua.
Tokoh Pemuda lainnya, Ali Kabiay menjelaskan bahwa pemerintah daerah di wilayah konflik harus mendukung penegakan hukum terhadap KKB.
“Saya mengajak semua pihak, untuk mendukung pemerintah. Apalagi saat ini sudah ada Otsus yang dananya tidak sedikit,” katanya.
Dalam diskusi hadir juga Ketua Cendikiawan Papua, Maikel Marselius Sineri, SIP, yang menyatakan hal senada.
Maikel mendukung Barisan Merah Putih dan meminta konflik di Papua harus dihentikan.
“Saya mengajak semua pihak untuk menjaga kedamaian yang telah dianugerahi kepada Papua,” katanya. **














