Bank Indonesia Papua Terus Lakukan Sinergitas di 3 DOB

Kepala Perwakilan BI Papua, Juli Budi Winantya. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.com)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Bank Indonesia (BI) Papua terus berupaya melakukan sinergitas, terutama sumber pertumbuhan ekonomi baru di 3 Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua, yakni Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Demikian disampaikan Kepala Perwakilan BI Papua, Juli Budi Winantya, usai Temu Responden Survei mengusung Tema Transformasi Di Tengah Turbulensi di Jayapura, Selasa (13/12/2022).

Juli mengatakan, pihak telah melakukan persiapan, jauh sebelum peresmian 3 DOB itu, terkait sinergitas dan koordinasi dengan para penjabat gubernur di 3 DOB.

“Jadi sinergi itu sudah kita lakukan sebelum ada pemekaran. Jadi kan seperti di Merauke, Wamena, Nabire itu kita sudah ada kas titipan. Jadi kebutuhan uang di provinsi baru itu sudah bisa dipenuhi oleh BI lewat bank-bank yang ada disana,” ujar Juli.

Juli menjelaskan, pihaknya bekerjasama dengan Bank Papua di Merauke, Wamena dan Nabire. “Jadi uangnya BI dititipkan ke bank dan mereka bertindak sebagai BI di daerah itu,” terangnya.

Juli tak menyebutkan besaran uang yang dititipkan di Bank Papua, karena untuk keperluan internal. Tapi ia memastikan mencukupi. “Jadi kalau mereka bilang uangnya nggak ada kita kirim kesana,” tandas Juli.

Juli menjelaskan, peresmian 3 DOB Papua pastinya akan berdampak positif ke pertumbuhan, karena bertambah jumlah orang, pemangku kepentingan dan ASN pun semakin banyak.

“Jadi sinerginya bukan hanya antar sektor, tapi antar daerah, terutama sumber pertumbuhan ekonomi baru itu, karena kalau tidak ya potensi hanya potensi saja tidak ada yang akan eksekusi untuk merealisasikan,” ucapnya.

“Jadi semakin besar pula porsi pendorong pertumbuhan di Papua, antara lain, belanja pemerintah selain konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah cukup besar 20 persen dan juga untuk gaji. Kalau ASN-nya nambah pastinya belanja pemerintahnya juga bertambah dan belanja kita sebagai konsumen bukan sekali, karena mutar jadi ada multiplier effect,” terang Juli.

Juli menuturkan, kota inflasi di Papua baru tiga, yakni kota Jayapura, Merauke, dan Timika. Selain 3 kota itu, tahun depan akan ditambah Wamena dan Nabire. “Jadi semua provinsi itu mulai di hitung inflasinya,” tukas Juli. **