Awan Tebal, Hilal Tidak Tampak di Merauke

Tim Rukyatul Hilal Papua saat memantau di Pantai Lampu Satu Merauke. (Foto : Humas Kemenag Papua)

Oleh: Faisal Narwawan|

PAPUAInside.com, JAYAPURA – Hilal tidak berhasil teramati di Pantai Lampu Satu Merauke karena awan tebal.

Ketua Tim Rukyatul Hilal Papua Dr. H. Husnul Yaqin, S.HI., M.H.I., menyatakan hal ini usai melakukan pengamatan hilal bersama tim di Merauke, Jumat (01/4/2022).

“Kami belum berhasil melihat hilal karena terhalang mendung tebal di sekitar posisi bulan tampak. Selanjutnya masyarakat agar menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama di Jakarta hari ini,” katanya.

Pantai Lampu Satu Merauke berada pada koordinat lintang tempat 8 derajat 30 menit 00 detik Lintang Selatan, bujur tempat 140 derajat 22 menit 12 detik tinggi tempat 2 mdpl. Waktu matahari tenggelam pada pukul 17 43 menit 4 detik. Hilal tenggelam pada pukul 17 50 menit 34 detik. Azimuth matahari pada 274 derajat 30 menit 56 detik. Azimuth bulan pada 272 derajat 16 menit 28 detik.

Tinggi hilal hakiki 1 derajat 19 menit 37 detik. Lama hilal diatas ufuk 7 menit 31 detik. Letak dan posisi hilal bulan di sebelah selatan atas matahari. Keadaan cuaca di sekitar ufuk berawan tebal.

Hadir pada kesempatan ini Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua yang diwakili oleh Kepala Bidang Haji dan Bimas Islam H. Musa Narwawan, Ketua Tim Falakiyah Provinsi Papua Dr. H. Husnul Yaqin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke Gabriel Rettobyaan, Pimpinan Pondok Pesantren DDI Lampu Satu H.Sirajuddin, Ketua MUI Kabupaten Merauke, Ir. H. Jufri Thamrin, Ketua BAZNAS Syamsul Komar, pimpinan ormas Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, tim falakiyah Papua juru warta berbagai media massa dan unsur lainnya hingga masyarakat.

“Rukyatul hilal 1 Ramadhan kita lakukan untuk menjawab pertanyaan umat Islam tentang kapan 1 Ramadhan 1443 H. Sering ada perbedaan hasil penetapan, dan pemerintah hadir memberikan solusi,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Pdt. Amsal Yowei melalui Kepala Bidang Haji dan Bimas Islam, H. Musa Narwawan.

Seksi teknis Kanwil Kemenag Papua menetapkan tempat pemantauan di Merauke. Jika belum ada laporan dari Papua belum dilakukan sidang isbat. Hasil pemantauan ini sebagai bagian dari bahan sidang isbat.

“Harapan Bapak Kakanwil, agar kita dapat memberi pemahaman pada umat bahwa semua pilihan waktu 1 Ramadhan tersebut tidak salah. Hanya agar menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama di Jakarta. Perbedaan bukan penghalang kita lakukan ibadah pada Allah Swt,” jelasnya.

Sementara, Husnul menjelaskan rukyatul hilal ini dalam rangka memenuhi perintah Rasulullah SAW.

“Harapan kita bersama bisa satu, baik mazhab hisab, rukyat dan isbat. Pemerintah ingin menyatukan namun sampai sekarang belum bisa bersatu. Ini masalah keyakinan dan syariat yang tidak bisa dipaksakan,” jelasnya. **