PAPUAInside.com, JAYAPURA— Sampai hari ini, atau tiga pekan sebelum pembukaan PON XX tahun 2021 tanggal 2 Oktober 2021, Avgas untuk Cabor Aeropsort belum tiba di Jayapura.
Pertamina MOR VIII Papua Maluku kesulitan mengangkut Aviation Gasoline (AVGAS) atau bahan bakar penerbangan, sebagai bahan bakar cabang olahraga Aerosport dan saat ini masih tertahan di Surabaya.
‘’Sampai saat ini AVGAS masih tertahan di Surabaya karena tak ada surat dari PB PON, sebagai salah satu syarat administrasi pengiriman AVGAS untuk kepentingan PON XX di Papua,’’ ujar Area Manager Communication Relation & CSR . Pertamina Patra Niaga Papua Maluku. Subholding Commercial & Trading, Edi Mangun di Jayapura, Selasa (14/09/2021).
Dikatakan Cabor Aerosport sebelumnya mengirim surat ke Pertamina sekitar 2-3 minggu lalu untuk disediakan AVGAS. “Atas dasar surat ini, kami menyiapkan AVGAS yang diproduksi di kilang minyak RU Cilacap. Surat permintaan dari cabor langsung diteruskan ke Dirut Pertamina dan di ACC langsung oleh Ibu Dirut dan disiapkan sekitar 41 drum Avgas dari Cilacap, lalu digeser ke Surabaya untuk memudahkan pengiriman ke Papua,” kata Edi.
Dikatakan Edi, mengangkut AVGAS BBM yang berisiko, sehingga harus dilengkapi administrasi surat jalan khususnya bagi transportir yang akan membawa Avgas ke Papua sehingga dibutuhkan surat dari PB PON. Tapi sampai detik ini surat itu belum ada. ‘’PB PON belum melaksanakan pembelian AVGAS dan pengangkutan diserahkan ke PB PON selaku pembeli,” Edi menjelaskan.
Kata Edi, Pertamina sudah bersurat ke PB PON XX sejak 27 Juli 2021 terkait dengan kebutuhan BBM untuk cabor Aerosport dan untuk kebutuhan lainnya namun belum ditanggapi PB PON.
“Surat yang dikirim dari Pertamina juga sudah dijelaskan jenis BBM yang digunakan dalam PB PON, merujuk pada pelaksanaan PON sebelumnya, termasuk kebutuhan LPG untuk menyalakan api di stadion saat pembukaan PON. Tapi hal ini pun tak ditanggapi PB PON,” katanya.
Pertamina khawatir jika sampai saat pertandingan tiba dan Avgas belum berada di Papua, jangan sampai ada pihak-pihak yang kemudian menyalahkan Pertamina tak mendukung PON.
“Jangan sampai jika Avgas ini terlambat datang lalu Pertamina disalahkan. Padahal secara prosesnya, Pertamina telah mendukung ketersediaan Avgas untuk PON, hanya saja pihak penyelenggara tidak meresponnya. Kami harap komunikasi dapat terjalin baik, agar segala kebutuhan PON dari Pertamina dapat segera digeser ke Papua,” ujar Edi. **














