Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Kantor Perwakillan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua, mengadakan sosialisasi bertajuk Optimalisisasi Kebijakan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Melalui Pemanfaatan Kanal QR Code Indonesian Standard (Qris) kepada ASN Pemkot Jayapura di Swiss-Belhotel Papua, Kota Jayapura, Jumat (19/9/2022).
Kegiatan pada sosialisasi kepada ASN Pemkot Jayapura ini merupakan bagian dari rangkaian acara Pekan QRIS Nasional (PQN) tahun 2022 yang diselenggarakan tanggal 15-20 Agustus 2022.
Acara sosialisasi ini dihadiri secara langsung oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Dedy Irianto, Penjabat Walikota Jayapura Frans Pekey, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Jayapura Robby Kepas Awi, dan Direktur Bisnis Bank Papua Sadar Sebayang.
Kepala Perwakilan BI Papua, Juli Budi Winantya menjelaskan, sosialisasi QRIS kepada ASN Pemkot Jayapura diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman para ASN terkait penggunaan kanal pembayaran QRIS dalam transaksi pemerintah daerah.
Dikatakan, pembayaran digital non tunai dengan menggunakan QRIS diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam transaksi belanja daerah serta pembayaran retribusi dan pajak yang menjadi sumber pendapatan daerah.
“Saya harap para ASN menjadi makin paham akan manfaat QRIS dan diharapkan dapat diteruskan dalam tugas pelayanan kepada masyarakat melalui instansi masing-masing,” ucap Winantya.
Lebih Cepat Pulih
Menurut Winantya, kehadiran digitalisasi telah membuat Indonesia lebih tangguh dalam beradaptasi dan pulih lebih cepat dari pandemi Covid-19.
“Kita dapat melihatnya dari kemampuan Indonesia beradaptasi memanfaatkan ekonomi digital dalam bertahan dan membangkitkan ekonomi nasional,” ujar Winantya.
Dikatakan momentum kebangkitan ekonomi nasional ini dimanfaatkan dan terus dipertahankan oleh pemerintah, untuk mendorong penguatan perekonomian nasional, salah satunya melalui pembentukan Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Satuan tugas ini dibentuk untuk mendorong implementasi ETPD.
ETPD merupakan bagian dari implementasi P2DD yang ditujukan untuk meningkatkan transparansi transaksi keuangan daerah, mendukung tata kelola, dan mengintegrasikan sistem pengelolaan keuangan daerah dalam rangka mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pemaparan materi pengenalan QRIS diberikan terlebih dahulu oleh Bank Papua, kemudian dilanjutkan oleh penjelasan lebih lanjut terkait QRIS dan manfaatnya oleh Bank Indonesia.
Efisiensi ini menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan PAD, tentunya dengan menghadirkan pilihan pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman dan handal.
Melalui QRIS Tanpa Tatap Muka, masyarakat kini juga dapat melakukan pembayaran digital non tunai dari mana saja.
“Kemudahan ini tentu dapat mendorong tingkat pendapatan pemerintah daerah, khususnya dalam penerimaan pajak dan retribusi,” tandas Winantya.
Sumulasi
Selain pemaparan terkait QRIS, para ASN yang hadir juga terlibat langsung dalam simulasi penggunaan QRIS dalam transaksi pembayaran donasi ke gereja dan masjid.
Antusiasme terlihat dari peserta sosialisasi yang turut merasakan manfaat dan kemudahan yang diberikan dari transaksi pembayaran menggunakan QRIS.
Beberapa perwakilan dari instansi pemerintah daerah juga tampak antusias dengan bertanya secara langsung kepada para pemateri.
Keseluruhan rangkaian acara ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan mendorong penggunaan QRIS dalam berbagai macam transaksi pembayaran.
Smart City
Sadar Sebayang mewakili Bank Papua selaku stakeholder pengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kota Jayapura, mengatakan terkait implementasi QRIS yang telah berjalan melalui aplikasi mobile banking Bank Papua.
Selanjutnya, Dedy Irianto memaparkan pentingnya ETPD dan menyampaikan betapa patut berbangganya masyarakat Papua, khususnya Kota Jayapura, karena Bank Papua menjadi yang pertama dalam mengimplementasikan QRIS.
“Sebagaimana kita yang paling pertama menikmati sinar matahari di Timur, kita harus berbangga pula karena memiliki Bank Papua yang telah menerapkan QRIS,” tutur Dedy Irianto.
Frans Pekey juga menegaskan betapa pentingnya digitalisasi ini guna mendorong Kota Jayapura menjadi Smart City, dimana dapat mendorong pendapatan asli daerah yang nantinya dapat disalurkan kembali manfaatnya kepada masyarakat Kota Jayapura.
Sebelumnya, Kantor Perwakilan BI Papua menggelar sosialisasi QRIS di Rindam XVII/Cenderawasih dan Kampus Universitas Sais dan Teknologi Jayapura (USTJ), Kamis (18/8/2022). **














