Api PON XX Papua Dikirab Mengelilingi Kota Wamena

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua bersama Pasukan Pengirab saat membawa Api PON XX Papua mengelilingi kota Wamena. (foto: Vina Rumbewas)

Oleh: Vina Rumbewas |

PAPUAInside.com, WAMENA—Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua secara resmi menerima Api PON XX Papua di halaman Gedung Otonom Wenehule Huby Wamena, Rabu (29/09/2021).

Sebelumnya api PON XX Papua diterima oleh Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi di Bandara Udara Wamena dan diserahkan ke atlet Dayung Nasional Perlina Karoba.

Api PON XX tiba di Wamena menggunakan pesawat milik TNI dari Timika sekitar pukul 12.00 WIT dan langsung diarak keliling Kota Wamena. “Api digunakan sebagai sumber kehangatan yang tak pernah padam serta dipercaya sebagai semangat metafora dari semangat berkompetisi dan sportivitas untuk meraih prestasi,” ungkap Bupati Banua.

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua saat menerima api PON XX dan selanjutnya dikirab keliling kota Wamena. (foto: Vina Rumbewas)

Sumber Api PON XX  diambil di Maladuk, Klamono Kabupaten Sorong Papua Barat yang merupakan penemuan pertama minyak bumi di Papua pada tahun 1936. Tungku dan obor didesain yang mempresentasekan daerah penyelenggara yakni Papua.

“Desain obor PON berbentuk tifa yang merupakan alat music tradisional asal Papua yang mampu menyatukan semua elemen masyarakat, menggambarkan sikap keteguhan dan keberanian masyarakat,” tuturnya.

Kirab Api PON XX Papua akan dilaksanakan selama enam hari berturut-turut dengan mengelilingi 5 wilayah adat di Papua, yang dimulai dari Biak (Saireri), Timika (Mee Pago), Wamena (Lapago), Merauke (Anim Ha ) dan Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura (Mamta/Tabi), dan akan berakhir di Stadion Lukas Enembe Kabupaten Jayapura.

“Kirab Api PON XX Papua yang tiba di Wamena dikirab oleh Pasukan Gabungan dari TNI/Polri, serta 4 orang atlet nasional sebagai pembawa obor, dimana tiga diantaranya merupakan putra/putri asli Wamena,” jelasnya.

Rangkaian acara Kirab Api PON XX Papua di Wamena juga dimeriahkan dengan Festival Seni dan Budaya yang digelar di parkiran gedung otonom. **