Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAINSIDE.ID, NABIRE—Tim Gabungan TNI-Polri membongkar markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kali Nabarua, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Senin (2/3/2026). Operasi ini memicu kontak tembak yang mengakibatkan satu anggota TNI terluka.
Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Gustav Robby Urbinas, menyatakan bahwa penggerebekan dilakukan setelah terdeteksi adanya aktivitas KKB pimpinan DPO berinisial AK. Kelompok tersebut diduga tengah merencanakan aksi gangguan keamanan di wilayah Nabire.
“Saat tim mendekati lokasi camp, terjadi kontak tembak. Kelompok bersenjata akhirnya melarikan diri ke hutan dan saat ini masih dalam pengejaran,” ujar Kombes Gustav dalam konferensi pers di Polres Nabire, Selasa (3/3/2026).

Aparat gabungan TNI-Polri menyita barang bukti berupa amunisi. (Foto: Satgas Damai Cartenz)
Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting, di antaranya, 561 butir amunisi berbagai kaliber.
10 buah magazen (beberapa di antaranya hasil rampasan dari aksi penyerangan sebelumnya), Uang tunai puluhan juta rupiah, 17 unit alat komunikasi (HP dan HT) dan atribut bendera dan perlengkapan logistik lainnya.

Aparat gabungan TNI-Polri menyita barang bukti berupa magasin senjata api. (Foto: Satgas Damai Cartenz)
Terkait korban, Wakil Panglima Operasi Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengonfirmasi satu personel TNI terkena rekoset proyektil di bagian betis.
Hingga saat ini, Satgas Operasi Damai Cartenz dan Satgas Rajawali Mambri masih melakukan penyisiran intensif di sekitar Nabire untuk memastikan stabilitas keamanan serta mengejar anggota kelompok yang melarikan diri.

Aparat gabungan TNI-Polri menggelar konferensi pers pengungkapan kasus di Polres Nabire, Polda Papua Tengah. (Foto: Satgas Damai Cartenz)
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, BrigjenPol Dr Faizal Ramadhani, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Aparat gabungan TNI-Polri akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut serta pengejaran terhadap para pelaku kejahatan. Jangan percaya pada informasi yang belum resmi sumbernya,” tegasnya. **














