Anak Putus Sekolah di Abe Pantai Rasakan Dampak Prositif Program Si Ipar

Anak-anak putus sekolah di Abe Pantai Kota Jayapura mendapat damapk positif dari Program Si Ipar yang diikutinya selama 6 bulan terakhir. (foto: Humas Satgas Ops Rasaka Cartenz 2023)

PAPUAInside.id, JAYAPURA—Bertempat di Pemukiman Masyarakat Membramo Abe Pantai, Kota Jayapura, Personel Satgas Binmas Ops Rasaka Cartenz-2023, Aipda Nurdin Makuasang, mengadakan kegiatan belajar mengajar untuk 5 anak binaan yang tidak memiliki latar belakang sekolah atau telah putus sekolah, Jumat (6/7/2023).

Aipda Nurdin menyatakan kegiatan ini yang telah dilakukan secara rutin selama 6 bulan terakhir telah memberikan dampak yang positif.

“Anak-anak yang terdaftar dalam kegiatan ini telah mulai mengenal huruf secara bertahap, belajar mengeja suku kata secara perlahan, dan telah mampu menulis huruf dan angka,” ujar Aipda Nurdin.

Kasatgas Humas Ops Rasaka Cartenz 2023, Kombes Pol Ignatius Beny Adi Prabowo S.H., S.I.K., M.Kom, mengatakan bahwa Program Si Ipar merupakan salah satu upaya dari Satgas Rasaka Polda Papua untuk membantu pemerintah daerah setempat dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terutama dalam bidang pendidikan.

Salah satu dimensi dalam pembentukan IPM adalah pengetahuan. Di Provinsi Papua, yang terdiri dari Kota Jayapura dan delapan kabupaten lainnya, IPM memiliki kategori sedang.

Kota Jayapura, sebagai ibu kota Provinsi Papua, merupakan satu-satunya daerah di empat provinsi wilayah Papua yang memiliki IPM tinggi, mencapai angka 80,61.

Salah satu penyebab rendahnya IPM di Papua adalah tingginya tingkat putus sekolah. Data dari Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua pada tahun 2022 menunjukkan bahwa jumlah orang yang putus sekolah di Papua, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, mencapai 407.546 orang.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *