Dampak Kekeringan, Maximus Itlay Desak Penyaluran 141,9 Ton Beras Kementan

Anggota DPRK Jayawijaya, Maximus Itlay. (Foto: Istimewa)

Oleh: RF  I

PAPUAINSIDE.ID, WAMENA–Anggota DPRK Jayawijaya, Maximus Itlay, mendesak Pemerintah Kabupaten Jayawijaya segera menyalurkan bantuan sekitar 141,9 ton beras dari Kementerian Pertanian (Kementan) kepada masyarakat yang terdampak kekeringan berkepanjangan.

Bantuan tersebut sebelumnya disampaikan Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol. Namun, hingga Selasa (3/11/2026), informasi mengenai realisasi penyalurannya kepada masyarakat belum terdengar secara jelas. Padahal, bantuan itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak kemarau panjang.

Maximus mengatakan, pemerintah daerah perlu segera menindaklanjuti alokasi bantuan dari Kementan. Kepastian penyaluran penting agar masyarakat yang membutuhkan dapat segera merasakan manfaatnya.

“Sejauh ini belum terdengar secara jelas informasi mengenai penyaluran bantuan beras tersebut kepada masyarakat Jayawijaya. Padahal, masyarakat sedang menghadapi kesulitan akibat kekeringan panjang yang berdampak terhadap ketersediaan pangan,” ujarnya melalui Siaran Pers, Selasa (3/11/2026).

Sekretaris Fraksi Perindo DPRK Jayawijaya itu menegaskan, penyaluran bantuan harus dilakukan melalui mekanisme yang jelas, transparan, dan tepat sasaran.

“Jangan sampai bantuan sudah tersedia, tetapi masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru belum merasakan manfaatnya. Pemerintah daerah harus memastikan bantuan tersebut sampai kepada keluarga yang terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan pangan,” tegasnya.

Menurut Maximus, kekeringan berkepanjangan di Jayawijaya telah memengaruhi kehidupan masyarakat, terutama warga yang menggantungkan kebutuhan pangan pada hasil pertanian dan kebun.

Karena itu, ia meminta Pemkab Jayawijaya melalui instansi teknis terkait segera berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan bantuan beras Kementan. Pemerintah daerah juga diminta menyampaikan mekanisme dan jadwal penyaluran secara terbuka kepada masyarakat.

“Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah tidak boleh menunggu sampai kondisi semakin sulit. Kami berharap bantuan dari Kementan segera disalurkan untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” tutup Maximus. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *