Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura dan Laboratorium Medis CITO Jayapura resmi memperkuat kerja sama layanan penunjang kesehatan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang bertujuan meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Papua.
Direktur Utama RSUP Jayapura, Dr. dr. Petronella Marcia Risamasu M.Ked.Trop., menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin komprehensif, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
“Meskipun ada aspek bisnis dalam pelayanan kesehatan, tujuan utama kami tetap pelayanan kepada pasien. Karena itu, kami terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar masyarakat mendapatkan akses layanan yang lebih baik dan lebih cepat,” kata Petronella dalam sambutannya di RSUP Jayapura, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, RSUP Jayapura secara aktif menjalin kemitraan dengan berbagai institusi kesehatan untuk memperkuat sistem pelayanan, termasuk layanan laboratorium yang berperan penting dalam mendukung pengambilan keputusan klinis.Petronella menjelaskan bahwa meskipun RSUP Jayapura telah memiliki fasilitas laboratorium yang lengkap, kerja sama dengan Laboratorium Medis CITO tetap diperlukan sebagai bagian dari strategi penguatan layanan dan mitigasi risiko apabila terjadi kendala operasional atau kebutuhan pemeriksaan yang mendesak.
“Keselamatan pasien adalah tujuan utama kita bersama. Karena itu, kami harus memiliki berbagai alternatif layanan agar pasien tetap mendapatkan pemeriksaan yang dibutuhkan tanpa mengalami keterlambatan,” ujarnya.
Ia menambahkan kolaborasi antarpenyedia layanan kesehatan menjadi kebutuhan penting di Papua mengingat tantangan geografis dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Menurutnya, setiap institusi memiliki keunggulan dan keterbatasan masing-masing sehingga kerja sama menjadi kunci untuk menghadirkan pelayanan yang optimal.
Selain memperkuat kualitas layanan, RSUP Jayapura juga berupaya menjaga agar biaya kesehatan tetap terjangkau bagi masyarakat. Rumah sakit terus mendorong skema kerja sama yang berpihak pada pasien sehingga biaya pemeriksaan tidak menjadi beban tambahan, terutama bagi masyarakat yang belum sepenuhnya terlindungi oleh program jaminan kesehatan.
“Kami ingin masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan dengan biaya yang lebih ringan serta tetap memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan lainnya,” tegas dr. Petronella.
Petronella juga menyampaikan bahwa RSUP Jayapura saat ini terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, guna memastikan masyarakat Papua, khususnya Orang Asli Papua (OAP), memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Sementara itu, Kepala Cabang PT Cito Putra Utama Jayapura, dr. Hezron Bumbungan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan RSUP Jayapura kepada Laboratorium Medis CITO.
“Kami mengucapkan terima kasih dan bersyukur atas kerja sama yang terjalin bersama RSUP Jayapura. Kami berharap kolaborasi ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua,” tambah dr. Hezron.
Laboratorium Medis CITO yang telah beroperasi sejak tahun 2014, sambung dr. Hezron, terus mengembangkan layanan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. Saat ini, CITO telah menjalin kerja sama dengan berbagai rumah sakit, laboratorium, dan klinik di Jayapura maupun sejumlah provinsi lainnya.
Ia juga menegaskan pentingnya komunikasi yang baik antara kedua institusi agar pelaksanaan kerja sama dapat berjalan optimal dan setiap kendala yang muncul dapat diselesaikan secara bersama-sama.
“Kami berharap apabila ada hal-hal yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan kerja sama ini, dapat dikomunikasikan dengan baik sehingga kita bisa menemukan solusi bersama demi pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, perjanjian kerja sama antara RSUP Jayapura dan Laboratorium Medis CITO berlaku selama dua tahun dan dapat dievaluasi serta disesuaikan sesuai kebutuhan kedua belah pihak. Melalui kolaborasi ini, kedua institusi berharap dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Papua sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan diagnostik yang cepat, berkualitas, dan terjangkau. **













