Pemerintah Pusat Serahkan Bantuan Usaha Ternak Babi ke Kepala Suku Mee Dogiyai

Pelimun Pigai, Kepala Suku Mee, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Pemerintah Pusat melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat menyerahkan bantuan usaha berupa ternak babi beserta kandang dan pakan kepada Pelimun Pigai, Kepala Suku Mee Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah.

Bantuan ini merupakan bagian dari dukungan Bulan November 2025 dalam rangka penggalangan dukungan terhadap program pemerintah pusat.

Penyerahan berlangsung di Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Jumat (7/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Pelimun Pigai mengapresiasi dan mengucapkan rasa terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta pemerintah pusat.

Ia menilai, hal ini adalah bentuk kepedulian dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat Dogiyai, khususnya dirinya sebagai kepala suku Mee.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden dan pemerintah pusat. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk mendukung perekonomian keluarga dan menjadi bukti bahwa pemerintah benar-benar hadir di tanah Dogiyai,” ujar Pelimun Pigai.

Bantuan yang diterima terdiri dari 2 ekor babi, 4 karung pakan, serta bahan bangunan kandang berupa kayu besi, papan, seng, dan perlengkapan paku. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi langkah awal peningkatan ekonomi keluarga dan contoh bagi masyarakat lainnya agar mau berpartisipasi dalam program pemerintah.

Pelimun Pigai juga mengungkapkan adanya tantangan sosial dan keamanan di wilayah Dogiyai. Menurutnya, masyarakat kerap merasa takut menerima bantuan pemerintah karena adanya ancaman dari kelompok yang tidak senang adanya support dari pemerintah tersebut.

Pelimun juga menambahkan bahwa kondisi ini berbeda dengan masyarakat OAP Dogiyai yang berdomisili di Nabire, di mana interaksi dengan berbagai suku lain membuat potensi ancaman jauh lebih kecil.

Bantuan ternak babi ini diharapkan dapat menjadi stimulus ekonomi masyarakat lokal, sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan masyarakat di wilayah Papua Tengah, khususnya Dogiyai. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *