Oleh: RF I
PAPUAinside.id, WAMENA–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya memaparkan capaian indikator makro pembangunan daerah periode 2019–2024 dalam pembukaan Musrenbang RKPD dan Otsus Kabupaten Jayawijaya Tahun 2026.
Musrenbang digelar di Gedung Wio, Kantor Bupati Jayawijaya, Kamis (24/4/2025).
Kepala Bappeda Jayawijaya, Ludya Logo, menyampaikan bahwa secara umum tren indikator pembangunan menunjukkan arah positif.
“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat hingga mencapai 65,38 pada tahun 2024, mencerminkan perbaikan dalam pendidikan, kesehatan, dan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Dikatakan, pertumbuhan ekonomi sempat terkontraksi, akibat pandemi Covid-19 pada 2020, namun pulih dan tumbuh hingga 5,82 persen pada 2024. Persentase penduduk miskin juga menurun signifikan dari 38,33 persen pada 2019 menjadi 32,28 persen pada 2024, berkat kebijakan pemberdayaan ekonomi lokal dan bantuan sosial berbasis dana Otsus.
Menurutnya, tingkat pengangguran terbuka mengalami fluktuasi, dari 2,39 persen pada 2019 menjadi 2,74 persen di 2024, sementara rata-rata lama sekolah meningkat dari 5,3 menjadi 5,99 tahun.
“Ini hasil kerja bersama seluruh stakeholder pembangunan,” kata Ludya.
Meski demikian, ia menyoroti tingginya inflasi di Jayawijaya yang mencapai 8,05 persen pada Maret 2025 tertinggi secara nasional. Kenaikan ini terjadi setelah pemekaran wilayah dan ditetapkannya Wamena sebagai salah-satu kota inflasi baru di Papua Pegunungan.
Pemkab Jayawijaya berkomitmen menekan inflasi melalui sinergi lintas sektor, termasuk rencana pelibatan pihak aviasi dan TPID provinsi. “Kami akan berkolaborasi lebih intens, untuk mengendalikan inflasi,” pungkasnya. **














