Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, JAYAPURA–Perayaan HUT ke 46 Tahun 2024 Mambesak mengusung Tema “Menoken Mambesak” berlangsung di Pelataran Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Senin (5/8/2024).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Museum Loka Budaya Uncen Jayapura dan The Samdhana Institute.
The Samdhana Institute adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pembinaan dan pengembangan masyarakat adat dan isu-isu lingkungan hidup.
Mambesak adalah salah-satu grup musik rakyat Papua lahir 5 Agustus 1978 silam, didirikan Arnold Ap dan kawan-kawan.
Mambesak selalu ditunggu-tunggu pendengar Pelangi Budaya dan Pancaran Sastra dari RRI Studio Nusantara V Jayapura setiap Minggu siang.
Menoken adalah kegiatan merajut tindakan dan membangun wadah untuk menyambungkan komunitas, produk, pengetahuan, dan solidaritas. Dengan demikian, menoken ini ingin didasarkan sepenuhnya pada filosofi noken itu sendiri, yaitu kasih kerahiman, rajutan solidaritas, kekuatan dalam kelenturan, kedayagunaan, keterbukaan, memelihara kehidupan.
Gerakan menoken pertama kali dicetuskan seorang Nokeners Samdhana, Ambrosius Ruwindrijarto.
Ruwindrijarto awalnya mengumpulkan pelbagai pandangan dari masyarakat adat tentang noken.
Ia lalu merumuskan menjadi filosilofi noken yang kemudian dikonseptualisasikan sebagai gerakan menoken.
Menoken di Tanah Papua berlangsung pertama kali di akhir tahun 2020, dan terus berlanjut dan berkembang di banyak tempat.

Empat Fase Mambesak
Ruwindrijarto mengutip tulisan I Ngurah Suryawan fdengan judul Mengalirkan Spirit Mambesak menyebutkan, ada empat fase yang menyertai perjalanan Mambesak hingga kini.
Fase Pertama, cikal bakal lahirnya Grup Manyori (burung Nuri) yang diinisiasi Arnold Ap bersama dengan Sam Kapissa dan Jopie Jouwe pada tahun 1970-an.
Fase kedua, periode masa awal berdirinya Mambesak pada 5 Agustus 1978.
Fase Ketiga, adalah fase berkembangnya Mambesak dan mulai memasuki masa ketenaran dengan menjadi simbol dari kebangkitan kebudayaan Papua.
Fase Keempat, memasuki masa kegundahan dan fragmentasi politik yang melanda Mambesak dan anggotanya.
Menurut Ruwindrijarto, masa depan Mambesak yaitu fase kelima ini adalah membangkitkan kembali Mambesak sebagai sumber inspirasi dan semangat budaya Papua, yaitu dengan cara menggerakan Menoken Mambesak dimana-mana.
Gerakan Menoken
Ruwindrijarto mengungkapkan kini muncul gerakan menoken dimana-mana, antara lain di tujuh wilayah adat di Tanah Papua, seperti Domberai di Sorong, Tambrauw, Raja Ampat, Maybrat.
Di wilayah Animha, di Merauke, Mappi, Boven Digoel. Kemudian di Mee Pago di Nabire dan Paniai.
Gerakan Menoken bukan hanya di Tanah Papua, tapi telah menyebar ke Flores, Lembata, Adonara, Kupang, Atambua, Dili dan beberapa kota di Timor Leste
Kemudian di Bali, Yogyakarta, Magelang, Batang, Garut, Bandung, Bogor Banten, Tano Batak, Goa (Sulsel), Sintang (Kalbar), Cagayan de Oro di Mindanao (Filipina), Chiang Mai (Thailand), Los Angeles dan San Fransisco di Amerika Serikat.
Ruwindrijarto ingin agar semua menyampaikan pihak apresiasi dan bangga bahwa menoken ini pertama kali muncul dan sumbangan paling berharga dari Tanah Papua.

Grup Musik Oyandi, ketika Perayaan HUT ke 46 Tahun 2024 Mambesak di Pelataran Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Senin (5/8/2024). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)
Kasih Kerahiman
Ruwindrijarto menunjuk noken yang melilit di pinggangnya adalah hadiah yang diberikan salah seorang temannya dari Papua, saat bertemu di Yogyakarta beberapa waktu lalu.
“Noken saya ini adalah anugerah atau berkat dari Papua kepada seluruh Indonesia, Asia Tenggara bahkan ke seluruh dunia. Semoga hadiah atau berkat itu terus mengalir dari tanah Papua,” ungkapnya.
Tapi berkat yang sebenarnya ternyata lebih berharga dan lebih luar biasa dari Papua untuk dunia adalah seluruh nilai-nilai yang ada didalam noken.
“Ada satu yang paling besar diantara semua nilai dan semua kekuatan noken adalah kasih kerahiman atau kehidupan,” tukasnya.
Ia ingin semua berbagi, karena yang dilakukan saat menoken sebenarnya adalah menjadi saluran berkat tentang cinta untuk seluruh dunia, yakni cinta kemanusiaan, cinta lingkungan, cinta keadilan dan lain-lain.
“Menoken adalah berbagi isi noken, karena setiap orang di Papua punya noken, maka setiap orang punya sesuatu untuk berbagi dengan orang lain. Mari kita bagikan kekuatan Mambesak melalui musik kepada semua orang,” pungkas Ruwindrijarto. **














