Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua merilis total realisasi kas keliling periode atau Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri atau SERAMBI 2024.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Faturachman, didampingi Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Tommy Andryas, ketika Bincang – Bincang Media atau BBM, Selasa (23/4/2024).
Diketahui program SERAMBI merupakan bentuk respon Bank Indonesia, dengan melibatkan sejumlah bank di Indonesia.
Faturachman menjelaskan, total realisasi 19 titik penukaran yang dilakukan mobil kas keliling perbankan sebesar Rp1.448.360.000, yang terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) sebanyak Rp 226.950.000,- dan Uang Pecahan Kecil (UPK) sebanyak Rp 1.221.410.000,-Sedangkan realisasi out flow periode SERAMBI.
Uang Pecahan Besar (UPB) di tahun 2023 sebesar Rp 1.822.174.000.000. Sementara di tahun 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 1.133.788.000.000.
Selanjutnya UPK di tahun 2023 sebesar Rp 91.439.000.000,- dan di tahun 2023 menurun sebesar Rp 73.328.000.000,-. Sehingga total di tahun 2023 Rp 1.913.614.000.000,- dan di tahun 2024 hanya sebesar Rp 1.207.116.000.000,-
Secara rinci dijelaskannya total realisasi kas keliling periode atau SERAMBI pada 19 titik penukaran yang dilakukan mobil kas keliling Bank Indonesia sebesar Rp 9.797.545.000.
“Total realisasi SERAMBI 2024 terdapat penurunan sebesar 36,9% dari tahun 2023 yang didasari oleh beberapa faktor seperti libur bersama yang panjang, sehingga membuat pemudik pulang lebih awal dan juga penggunaan uang kartal yang sudah mulai beralih ke uang digital,” terang Faturachman.
Selanjutnya realisasi out flow kas titipan periode SERAMBI dimana UPB di tahun 2023 sebesar Rp 908.850.000.000 dan di tahun 2024 turun sebesar Rp 699.200.000.000.
Sama halnya juga dengan UPK yang mana di tahun 2023 sebesar Rp 49.418.000.000 dan di tahun 2024 mengalami penurun sebesar Rp 37.959.500.000.
Sehingga jika di total untuk tahun 2023 sebesar Rp 958.268.000.000 dan di tahun 2024 sebesar Rp 737.159.500.000.
Total realisasi SERAMBI Kas Titipan 2024 terdapat penurunan sebesar 23,1 % dari tahun 2023 dengan Kas titipan tertinggi Tahun 2023 adalah Kas Titipan Sorong dan di Tahun 2024 adalah Kas Titipan Merauke.
Selanjutnya realisasi out flow perbankan pada bulan Januari – April 2024. Untuk UPB pada tahun 2023 sebesar Rp 2.246.969.000.000. Namun di tahun 2024 turun sebesar Rp 2.152.830.000.000.
Kemudian UPK di tahun 2023 sebesar Rp 137.405.000.000, dan di tahun 2024 turun sebesar Rp 105.316.000.000. Sehingga jika di total pada tahun 2023 sebesar Rp 2.384.374.000.000 dan di tahun 2024 turun sebesar Rp 2.258.146.000.000.
“Total realisasi 2024 terdapat penurunan sebesar 5% dari tahun 2023 yang didasari oleh beberapa faktor seperti penggunaan uang kartal yang sudah mulai beralih ke uang digital,” ucap Faturachman.
Disisi lain, tuturnya, hingga April 2024, jumlah uang tidak asli/palsu, yang telah dilakukan klarifikasi ke Bank Indonesia sebanyak 26 lembar, yang seluruhnya dalam pecahan nominal Rp 100.000. **














