Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Pelaksanaan Pemilu Serentak 2024, terutama Pileg dan Pilkada menjadi salah-satu faktor yang ditenggarai mempengaruhi terhadap konflik di Provinsi Papua.
Untuk itu, jelang Pemilu 2024 mendatang, diharapkan Penyelenggara Pemilu, yakni Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), untuk bersikap netral menjelang Pemilu 2024 mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional.
Demikian disampaikan Tokoh Pegunungan Tengah Papua Willem Wandik, SE, MSi, saat menghadiri ibadah syukuran wisudawan mahasiswa asal Puncak di Buper, Waena, Kota Jayapura, Kamis (30/11/2023).
“Jika pelaksanaan pesta demokrasi ini berjalan dengan baik, tidak ada kesalahan, manipulasi suara, intimidasi, saya yakin pelaksanaan pemilu akan berjalan dengan baik dan aman, terutama penyelenggara pemilu harus bersikap netral dan berjalan sesuai dengan undang-undang, dan itu yang kita ingingkan, agar pelaksanaan demokrasi berjalan dengan aman. Itu juga yang dikehendaki Tuhan,” ungkap Bendahara DPD PDIP Provinsi Papua Tengah ini.
Kata Willem Wandik, di beberapa daerah di wilayah Pegunungan Tengah dan Papua Tengah, potensi untuk konflik itu ada, sehingga dirinya berharap agar penyelenggara pemilu, termasuk partai politik dan pemerintah daerah, TNI-Polri, duduk bersama, menyatukan persepsi, guna mengantisipasi petensi-potensi konflik yang akan terjadi saat pemilu.
“Saya pengalaman membangun di daerah konflik, dan pernah juga mengurus perdamaian konflik, karena pemilu. Oleh sebab itu, saya ingatkan lagi agar penyelenggara pemilu harus tegas terhadap aturan dan juga harus netral,” tuturnya.
Sementara itu, terkait dengan berhasilnya mahasiswa asal Puncak yang telah wisuda S 1 dan S 2, Willem Wandik mengaku bangga, karena dengan keberhasilan ini, sudah tentu menjadi keberhasilan bagi pemerintah daerah kabupaten Puncak dan juga bagi orang tua di kabupaten Puncak.
Pasalnya, selama dirinya memimpin kabupaten Puncak selama 10 tahun, salah satu terobosan adalah memberikan beasiswa bagi mahasiwa asal kabupaten Puncak, guna memacu SDM Kabupaten Puncak, mulai dari biaya pendidikan, hingga pemondokan, semua ditanggung pemerintah kabupaten Puncak, dan ternyata pada wisuda di Uncen Jayapura, Kamis (30/11/ 2023) ada sekitar 20-an lebih mahasiswa asal Puncak berhasil diwisuda.
“Kita targetkan setiap tahun harus ada mahasiswa asal Puncak yang lulus, sehingga tahap demi tahap SDM kita makin banyak, ini membuktikan bahwa kita telah berhasil dalam membangun SDM Puncak,” ungkapnya.
“Ingat agar jangan lama-lama pegang ijazah di Jayapura sini, segera cari pekerjaan, jangan hanya tunggu penerimaan PNS, tapi lamar juga di swasta, BUMN, contohnya manajer hotel, manajer rumah makan. Itu gaji besar dari pada PNS, peluang banyak, segera daftar sehingga bisa dapat pekerjaan, karena itu tujuan kita kuliah adalah tidak dibodohi dan juga bisa dapat pekerjaan,” tuturnya. **














