Pesan Roma Megawanty untuk Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Fakfak

Ketua TP PKK Papua Barat Ny oma Megawanty saat memberikan kuliah umum perdana bagi mahasiswa baru Politeknik Negeri Fakfak, Senin (04/09/2023). (foto: Tim Media PJ Gubernur Papua Barat)

PAPUAInside.id, FAKFAK—Ratusan Mahasiswa Politeknik Negeri Fakfak mengikuti kuliah Umum yang disampaikan Ketua TP PKK Papua Barat Roma Megawanty P S.kom M.si di Aula Poliner Fakfak, Senin (04/09/2023).

Roma Megawanty, S.kom, M.Si  menjelaskan, pencapaian impian dan visi Indonesia tahun 2045 hanya bisa diraih dengan mengacu pada empat pilar pembangunan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang 1945 sebagai dasar berbangsa, bernegara dan konstitusi.

Empat pilar yang dimaksud adalah:

  1. Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  2. Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
  3. Pemerataan Pembangunan
  4. Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Pemerintahan

Untuk mewujudkan visi Indonesia 2045 perlu sinergi dan kolaborasi dari semua unsur tidak hanya peran dari unsur pemerintah namun juga dibutuhkan peran dari masyarakat dan generasi muda terutama Mahasiswa.

“Sehingga difokuskan pada pilar pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sub judul teknologi menjadi fokus untuk dibahas dengan tujuan agar mahasiswa dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi terutama di dunia digital,” katanya

Roma menambahkan untuk mampu menguasai dunia digital harus berpedoman pada empat pilar literasi digital, yaitu  aman bermedia digital dengan arti, kesadaran diri untuk melindungi sistem digital pribadi dari serangan-serangan digital dapat dilakukan dengan melindungi seluruh perangkat digital yang digunakan; menerapkan 2FA (Two Factor Authentication); rutin melakukan backup data.

Etis bermedia digital artinya dalam bermedia digital harus etis dikarenakan adanya perbedaan kultur, interaksi antar budaya yang menciptakan standar baru tentang etika, adaya konektivitas banyak orang yang melintasi geografis dan budaya, sebagai cara untuk membangun komunikasi lebih jauh dan berkolaborasi dengan banyak orang.

“Ber etika juga memiliki arti melakukan sesuatu dengan sadar dan memiliki tujuan,  kemauan menanggung konsekuensi dari perilakunya, integritas ; kejujuran, menghindari plagiasi dan manipulasi dan kebijakan ; memiliki nilai kemanfaatan, kemanusiaan dan kebaikan,” ungkapnya.

Cakap bermedia digital artinya dapat mengembangkan potensi diri dalam pemanfaatan dunia digital untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar dan sesama.

Mantan Mahasiswa S2 UI  juga meminta mahasiswa memiliki kemampuan untuk membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa dan membangun wawasan kebangsaan nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan kecakapan digital dalam kehidupan berbudaya, berbangsa dan bernegara, dalam berjejaring di ranah digital untuk dapat menciptakan rasa aman dan nyaman.

Materi yang disampaikan Ketua TP PKK Papua Barat itu mendapat apresiasi dari mahasiswa.  “Kami senang dengan materi digital yang disampaikan, kedepan kami akan lebih bijak dan berhati hati menggunakan media sosial,” kata Maryam

Lakodar, mahasiswa Poliner juga sangat senang materi yang disampaikan ternyata bermanfaat untuk keseharian dirinya berkuliah. “Saya senang, terimakasih ibu gubernur yang sudah membawakan materi dunia digital” tuturnya.

Materi yang disampaikan Ketua TP PKK Papua Barat itu juga mendapat apresiasi dari pengurus kampus dan bahkan mereka meminta untuk setiap bulan bisa memberikan materi di Poliner Fakfak. **

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *