Oleh: Vina Rumbewas
Papuainside.id, WAMENA–Guna memastikan kualitas pelayanan Fasilitas Kesehatan (Faskes) di rumah sakit berjalan dengan baik, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah XII, Mangisi Raja Simarmata, didampingi Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Wamena, Freda Yanne Imbiri melakukan monitoring pelayanan kesehatan di RSUD Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Selasa (6/6/2023).
Mangisi mengatakan, sebagai gerbang pertama pelayanan kesehatan, Faskes memiliki peranan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dikatakan monitoring tersebut dilakukan BPJS Kesehatan sebagai salah satu cara untuk memastikan pemberian pelayanan kesehatan dilakukan secara baik kepada seluruh peserta JKN di Lanny Jaya.
Mangisi tak segan untuk memantau langsung beberapa aspek layanan kesehatan satu per satu. Mulai dari kualitas pelayanan yang ada di rumah sakit, hingga kemudahan administrasi peserta JKN yang hendak berobat.
Sebagai Badan Penyelenggara Program JKN, ujarnya, BPJS Kesehatan bertugas dan bertanggungjawab untuk memastikan pelayanan kesehatan berlangsung dengan baik di setiap fasilitas kesehatan.
“Tujuannya untuk memastikan apakah pelayanan yang diberikan sudah dilakukan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan, serta memantau apa saja yang perlu diperbaiki demi peningkatan mutu layanan,” ujar Mangisi.
Selain itu, Mangisi juga memastikan implementasi transformasi mutu layanan di RSUD Tiom telah berjalan. Fasilitas Kesehatan dianggap memberikan pelayanan optimal apabila sudah memberikan layanan kepada peserta yang mudah, cepat, dan setara.
Mangisi beserta tim juga meninjau setiap ruang perawatan guna memastikan kelengkapan dan kenyamanan peserta JKN dalam mendapatkan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Layanan di RSUD Tiom sudah mempermudah pasien JKN dengan tidak menggunakan foto copy berkas, dan cukup menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sudah bisa dilayani di rumah sakit,” tambahnya.
Selanjutnya, Mangisi mengharapkan komitmen RSUD Tiom dalam melayani peserta JKN antara lain, tidak melakukan diskriminasi layanan, tidak melakukan iur biaya di luar ketentuan yang berlaku, serta menyediakan petugas pemberi informasi dan penanganan pengaduan bagi peserta JKN.
Dalam kunjungan tersebut, Mangisi berkesempatan mengunjungi salah satu pasien yang sedang rawat inap, pasien tersebut merupakan peserta JKN yang ada di rumah sakit. Mangisi turut memberikan edukasi kepada peserta JKN tentang beberapa manfaat dari program JKN.
Sementara itu, Direktur RSUD Tiom, Doli Kagoya mengapresiasi langkah yang dilakukan BPJS Kesehatan dalam memastikan pelayanan yang diberikan kepada peserta.
Doli berkomitmen akan terus meningkatkan mutu layanan dan sangat terbuka dengan masukan dari BPJS Kesehatan.
“Terima kasih atas kunjungan dari BPJS Kesehatan. Kami dapat menyampaikan kendala yang terjadi di lapangan. Kami akan menindaklanjuti hal-hal yang menjadi masukan dari BPJS Kesehatan dan terus berkoordinasi dengan tim untuk meningkatkan mutu layanan,” ungkap Doli.
Doli juga menyampaikan rumah sakit telah melaksanakan komitmen untuk mendukung peningkatan mutu layanan BPJS kesehatan. Upaya yang saat ini dilakukan, diharapkan mampu memberikan pelayanan yang mudah, cepat dan setara. Doli menambahkan, rumah sakit siap bergerak bersama BPJS Kesehatan dalam berbagai upaya sebagai dukungan transformasi mutu layanan BPJS Kesehatan.
“Kami pastikan seluruh pihak dari rumah sakit ini selalu memegang teguh prinsip pelayanan prima untuk pasien, baik itu pasien JKN maupun pasien umum. Tidak ada diskriminasi ataupun perbedaan. Sarana prasarana yang kami sediakan di rumah sakit pun bertujuan agar memberikan pelayanan yang berkualitas serta memberikan kemudahan bagi pelayanan pasien. Kami sangat mendukung penuh kesinambungan Program JKN ini untuk masyarakat Indonesia yang lebih sehat, khususnya di daerah Kabupaten Lanny Jaya,” ujar Doli. **














