Dua Kelompok KKB Saling Serang di Beoga, Ini Kata Bupati Puncak

Willem Wandi, SE, M.Si, Bupati Kabupaten Puncak Provinsi Papua Tengah. (foto: istimewa)

PAPUAInside.id, ILAGA— Dua Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) antara kubu JB menghadapi kubu LK dan AK diduga saling serang di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak Provinsi Papua Tengah, menyebabkan jatuhnya korban meninggal dunia dan luka-luka serta pembakaran rumah warga.

Saling serang tersebut terjadi Kamis (20/04/2023) sekitar pukul 13.00 WIT.

Kampung Julukoma merupakan salah satu kampung di Distrik Beoga, yang berbatasan dengan Kabupaten Intan Jaya dan merupakan daerah lintasan KKB.

Bupati Puncak Willem Wandik,SE,M.Si, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut, hanya dirinya belum bisa memastikan jumlah korban meninggal dunia maupun luka-luka serta rumah yang dibakar.

Kejadian tersebut menurut Bupati Wandik, merupakan akumulasi dari penembakan pesawat Asian One pada 13 April 2023 lalu di Distrik Beoga mengakibatkan munculnya perbedaan pendapat.

Kelompok KKB pimpinan JB  yang selama ini bermarkas di wilayah Beoga dan sekitarnya berharap agar pesawat tetap masuk di Distrik Beoga, guna melayani masyarakat dari sisi ekonomi dan pembangunan lainnya. Sementara  kelompok KKB dari luar Beoga, LK dan AK yang melakukan penembakan terhadap pesawat Asian One ingin pesawat tidak lagi melayani di Distrik Beoga.

Untuk mempertemukan pendapat yang berbeda tersebut, kedua kelompok kemudian bertemu di Kampung Julokoma.

“Akibat dari perbedaan pendapat tersebut, kemudian keduanya hendak bertemu untuk klarifikasi, antara satu kelompok yang mengingingkan agar pesawat kembali melayani di Distrik Beoga, demi masyarakat dengan  kelompok satu yang menolak pesawat masuk di Beoga, ternyata saat hendak klarifikasi kedua kelompok ini tidak ada kesepakatan dan berlanjut ke saling tembak, dan informasi yang kami dapat, ada yang luka-luka kritis, bahkan ada yang meninggal dunia, rumah warga juga dibakar, ‘’ jelas Bupati Puncak via telephon selulernya.

Lanjut Bupati, selama ini pihaknya menghadapi peristiwa, KKB selalu bergerilya, mereka incar orang yang ada diluar kelompok mereka,sehingga korban adalah warga sipil,misalnya ada tukang ojek kena tembak, guru kena tembak, kariawan bank ditembak,bahkan tenaga medis dan anak sekolah dibunuh serta TNI-Polri.

“Namun kali ini, mereka sendiri baku tembak, maka siapa lagi yang bisa kasih damai mereka, situasi begini buat kami tamba bingung,karena ada yang bicara kepentingan OPM tapi jangan rugikan masyarakat, ada yang bicara perjuangan tapi korbankan masyarakat, ini akan membuat situasi tambah parah di Kabupaten Puncak apalagi mereka semua pegang senjata,” tambahnya.

Sebagai Bupati, dirinya makin kuatir dengan situasi seperti ini, karena saat ini antara KKB sendiri yang selama ini pegang senjata,sudah saling curiga dan saling tembak,jika kondisi ini berlanjut di wilayah-wilayah lainnya di luar Puncak, terutama di wilayah konflik seperti Intan Jaya, Yahukimo, Pegunungan Bintang dan daerah lain di Papua, maka dirinya kuatir situasi di Papua akan makin genting tentunya akan berdampak kepada pembangunan.

“Mereka ini punya senjata, kalau mereka sudah bicara, maka masyarakat sipil, pemerintah sudah tidak bisa buat apa-apa, situasi akan makin parah, makanya saya selalu bilang dimana ada senjata maka daerah itu tidak aman dan buktinya selalu ada, dulu korban diluar KKB, tapi sekarang KKB dan KKB sendiri baku tembak, siapa mau tenangkan situasi ,kami dibuat jadi bingung,” tambahnya.

Oleh sebab itu, sebagai Bupati, dirinya berharap kepada para tokoh-tokoh Papua yang selama ini memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok KKB ini, agar bisa memberikan kesadaran kepada mereka, sehingga jangan sampai ada konflik besar yang menggunakan senjata, karena dampaknya pasti masyarakat sipil yang akan menjadi korban dan korban juga pembangunan, ekonomi, pendidikan, kesehatan tidak bisa jalan dengan baik.

“Untuk itu, saya minta juga kepada pemerintah pusat, Provinsi Papua, terutama di wilayah yang saat ini sedang ada konflik bersenjata ,tokoh kemanusiaan, tokoh agama, agar marilah kita serius menangani persoalan konflik bersenjata ini, karena dampak dari senjata ini, membuat sampai pembangunan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, tidak bisa jalan dengan baik, dan nyawa rakyat sipil akan tetap berjatuhan terus di tanah ini,” ajaknya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *