Oleh: Vina Rumbewas I
PAPUAinside.id, WAMENA—Panitia dan Juri Sayembara Logo Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan, diminta untuk menolak berkas pendaftaran peserta sayembara, yang berdomisili dan memiliki KTP di luar Provinsi Papua Papua Pegunungan.
Permintaan ini disampaikan Gabungan Komunitas yang tergabung dalam Desainer Anak Papua Pegunungan yang diwakili Bonny Lanny dari Komunitas FMP Mountain di Wamena, Kamis (16/3/2023).
Diketahui, pendaftaran sayembara logo Pemprov Papua Pegunungan sudah berakhir pada 14 Maret 2023 lalu.
Panitia menyiapkan hadiah berupa uang cash, untuk juara I Rp 100 juta, juara II Rp 30 juta dan juara III Rp 20 juta.
Bonny Lanny minta panitia dan juri bekerja transparan dalam menyeleksi berkas-berkas para peserta sayembara, baik mendaftar secara on line maupun off line maupun on line.
“Kami minta kepada panitia dan juri, agar di tahapan awal penerimaan dan pemeriksaan, apabila ada calon peserta yang mendaftar yang berdomisili dan memiliki KTP di luar Provinsi Papua Pegunungan segera ditolak dan dikembalikan berkas tersebut,” tegasnya.
Menurutnya, hal ini penting untuk disampaikan, karena beberapa bulan sebelumnya para desainer dari Provinsi Papua Pegunungan yang hendak mendaftar mengikuti sayembara di provinsi lain tak diakomodir.
“Kami harap panita dan juri harus menghargai hasil karya desainer anak negeri Papua Pegunungan,” pungkasnya. **















Ini benar se7
Wa…sangat mengapresiasi buat teman2 komunitaa FMP, terutama kepada pa Bonny Lanny yang telah menyuarakan mewakili kita sekalian anak negeri Prov. PP.
Kami sudah siap mendesain apa pun tentang latar belakang dan harapan kami sehingga teman2 lain dari provinsi lain jangan keliru karena baik dan buruk atas semua2nya kami juga yang merasakan sehingga saya sangat bersyukur dengan adanya moment seperti ini saya dapat belajar mendesain dan akan terus berkarya demi kemajuan daerah ini.
Permisi teman2 kreator dari provinsi lai, karena kami mau memulai dari yang tidak bisa menjadi bisa. Wa…