Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.id, JAYAPURA–Presiden Joko Widodo atau Jokowi membantu 22.000 paket sembako untuk korban gempa Jayapura.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Pemerintah Kota (Pemkkot) Jayapura kepada 13 Kelurahan dan 1 Kampung, yang terdampak bencana gempa bumi Asep Khalid.
Penyaluran bantuan dilakukan serentak ke masing-masing kelurahan dan kampung yang terdampak. Rombongan dilepas Penjabat Walikota Jayapura Frans Pekey dan didukung TNI/Polri maupun Relawan Pos Induk, Selasa (21/2/2023).
Selain 22.000 paket sembako dari Presiden Jokowi, disalurkan juga 1.500 bingkisan paket bantuan dari Penjabat Walikota Jayapura ke 14 kelurahan dan kampung dengan total penerima 1.229 Kepala Keluarga (KK).
Kepala BPBD Kota Jayapura, Asep Khalid mengatakan, 22.000 paket sembako berisikan beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 1 kg, teh celup 1 dus, biscuit 1 dos dan air mineral.
Adapun rinciannya di Jayapura Utara, yakni Kelurahan Angkasa 100 KK, Kelurahan Bhayangkara 94 KK, Gurabesi 221 KK, Imbi 75 KK, Mandala 62 KK, Trikora 136 KK, Kampung Kayu Batu 16 KK dan Tanjung Ria 52 KK.
Untuk Jayapura Selatan, yani Kelurahan Ardipura 296 KK, Entrop 14 KK, Hamadi 41 KK, Argapura 46 KK dan Kelurahan Numbay 76 KK dan untuk Distrik Abepura yaitu Kelurahan Asano 23 KK.
Penjabat Walikota Jayapura, Frans Pekey mengataka Pemkot Jayapura dan masyarakat kota Jayapura mengapresiasi Presiden Jkowi negara yang peduli terhadap bencana gempa bumi di kota Jayapura.
“Kita bersyukur Bapak Presiden Jokowi berikan bantuan dan hari ini kami salurkan,” ungkap Pekey.
Frans Pekey menjamin bantuan tepat sasaran mengingat validasi data dilakukan dengan baik dan benar. Hal ini penting, agar bantuan yang diberikan benar-benar diterima warga yang terdampak.
“Bantuan ini dari kepala negara, sehingga kita ingin bantuan sukses dan tepat sasaran tanpa ada masalah,” katanya lagi.
Kepada penerima ia berharap dapat meringankan beban semua warga yang terdampak.
Kota Jayapura, tutur Pekey, dari hasil pemantauan secara geologi menunjukan wilayah kota Jayapura masuk dalam kategori rawan gempa, sehingga pihaknya mengimbau agara masyarakat memahami hal ini dan waspada bencana.
“Selalu waspada dan untuk kebijakan bangunan ke depan itu harus lihat juga fakta ini bahwa kita masuk dalam daerah rawan gempa,” ujarnya.
Melihat banyak pemukiman di Kota Jayapura yang rawan dan berpotensi menimbulkan korban, jika terjadi bencana termasuk gempa, ia mengimbau agar warga tak membangun banguan di daerah rawan, termasuk lereng-lereng bukit dan gunung dengan kemiringan yang tak bisa ditoleransi.
“Karena kalau relokasi itu harus ada lokasi, ini perlu koordinasi dan lainnya jika mau pindahkan ke daerah bagian timur (Muara Tami) apalagi itu kewenangan pemerintah provinsi. Sehingga kami hanya bisa mengedukasi dan mengimbau agar warga tak membangun di daerah yang bukan peruntukan,” ungkapnya. **














