Oleh: Vina Rumbewas I
PAPUAinside.com, WAMENA–Penjabat Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Nikolaus Kondomo, menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas, untuk ditempatkan di lingkungan Pemprov Papua Pegunungan, Rabu (18/1/2023).
Penunjukan 172 orang pejabat ini merupakan gelombang pertama dari 1.000 lebih ASN, yang akan ditempatkan di kantor gubernur Provinsi Papua Pegunungan.
“Tanggung jawab bapak ibu sudah dilimpahkan, karena bapak ibu sudah berada di provinsi yang tanggungjawabnya lebih besar dari pada waktu berada di kabupaten,” ungkap penjabat gubernur disela-sela sambutannya.
Ia juga mengatakan, pejabat yang baru ditunjuk adalah pembantu pimpinan di Pemprov Papua Pegunungan, yang baru terbentuk, sehingga dirinya berharap agar para pejabat yang baru dilantik bertanggungjawab terhadap tugas yang diembankan.
“Kita punya tanggungjawab besar, untuk melandasi provinsi Papua Pegunungan ini dengan kemampuan kita masing-masing, dua tahun tugas kita untuk melaksanakan tugas-tugas kita. Salah satu tugas penting adalah mensukseskan Pemilu 2024, pemilihan legislatif, dan persiapan pembentukan MRP,” tuturnya.
Oleh sebab itu, dirinya meminta dukungan semua ASN di Pemprov Papua Pegunungan, terutama dari pejabat Eselon II dalam melaksanakan tugas-tugas, demi suksesnya pembangunan di Provinsi Papua Pegunungan.
“Bapak ibu sudah menerima SK, sehingga harus paham apa PR, apa tugas defenitifnya, itu harus paham,” ucapnya.
Ia juga mengatakan bahwa berdasarkan Surat Edaran Kepala BKN Nomor II/SE/7/2019 Tentang Kewenangan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas yakni dalam aspek kepegawaian PNS yang ditunjuk sebagai Plh/Plt tidak perlu dilantik atau diambil sumpah.
“Penunjuk Plt tidak boleh menyebabkan PNS-PNS yang bersangkutan dibebaskan dari jabatan defenitifnya, ini tolong disampaikan kepada para bupati ini ada surat edarannya. Jadi bapak ibu selaku Plt/Plh tidak boleh terlepas dari jabatan definitifnya,” tegasnya.
Masih lanjut, Penjabat Gubernur, karena pemberian jabatan ini masih bersifat Plt, sehingga dirinya meminta para pejabat yang ditunjuk, agar benar-benar menunjukan kinerjanya.
“Plt hanya berlaku tiga bulan setelah itu defenitif, tidak diganti orang lain. Saya mau lihat sungguh-sungguh kerjanya bapak ibu, minggu depan saya mau lihat program bapak ibu yang disusun sesuai tupoksi yang diberikan oleh saya selaku gubernur,” pungkasnya. **














