Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Bank Indonesia (BI) Papua menggelar Temu Responden Survei mengusung Tema Transformasi Di Tengah Turbulensi di Jayapura, Selasa (13/12/2022).
Kepala Perwakilan BI Papua, Juli Budi Winantya mengatakan, BI kan tugas utamanya melakukan analisa, asesmen, proyeksi, tapi perlu data dan informasi, yang didapat dari para responden.
“Kami sampaikan secara langsung ucapan terima kasih dan apresiasi sekaligus kita sharring, data informasi yang kita dapat dari para responden, yang kita manfaatkan untuk membantu kita melakukan assessment dan usulan rekomendasi,” ujar Juli.
Juli menjelaskan, temu responden survei kali ini intinya menyampaikan pesan selalu waspada, karena ekonomi internasional tengah bergejolak, tapi tetap harus optimis, apalagi ekonomi kita relatif baik dibandingkan negara lain.
“Jadi waspada, tapi optimis, sehingga untuk bangkit dan lebih baik lagi perlu sinergi dan inovasi,” jelas Juli.
Menurut Juli, data ini penting, karena setiap keputusan itu harus berdasarkan data, untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan.
“Misalkan kebijakan kita untuk implementasi QRIS. Itu kan untuk data efektif kita lihat itu berapa sih yang menggunakan QRIS. Kalau cuma sosialisasi tanpa melihat angkanya. Jadi nggak pas kebijakannya,” terangnya.
“Kita butuhkan bukan hanya data, tapi juga informasi. Kalau data bisa kita minta, tapi informasi lebih penting untuk kita lakukan analisa dan proyeksi. Gimana sih dia melihat ekonomi ke depan apakah lebih baik ataukah lebih buruk atau sama dengan hasil survei. Kalau lebih baik apa kira-kira yang membuat mereka optimis,” ucapnya.
Temu responden survei ini diadakan rutin setiap tahun. Respondennya hampir semua pelaku ekonomi, antara lain, rumah tangga, pegadang eceran, produsen dari semua sektor dari pedagang, konstruksi, tambang, pertanian.
“Semua sektor utama kita jadikan responden, kita datangin kita minta data dan informasi. Dan bukan cuma pelaku ekonomi di swasta, seperti bank-bank kemudian juga pemerintah pun kita datangin,” tukasnya.
“Pokoknya sepanjang informasi yang bisa kita pakai dan bermanfaat untuk kita melakukan analisis itu kita datangin atau kita jadikan responden,” tandasnya.
Meski demikian, ia tak merinci jumlah responden yang disurvei. Yang jelas, sekian responden rumah tangga, sekian perusahaan, karena surveinya ada yang harian itu kita lakukan, tapi lewat pihak ketiga bukan BI sendiri yang melakukan.
“Jadi ada kerjasama dengan pihak ketiga, seperti kampus misalkan atau lembaga yang berasosiasi dengan kampus itu mereka melakukan survei, tapi ada juga yang kita lakukan,” katanya.
“Data dan informasi dari responden ini langsung digunakan, karena pertanyaannya itu gimana mereka melihat kondisi saat ini. Misalnya ke konsumen kita tanya saat ini gimana lebih baik atau lebih buruk dibandingkan sebelumnya saat ini terus kedepan gimana. Itu nanti kita agregatkan, kita jumlahkan. Jadi berapa yang menjawab lebih optimis, berapa yang menjawab kurang optimis,” pungkas Juli. **














