PAPUAInside.com, ILAGA— Bupati Puncak Willem Wandik, SE., M.Si mengatakan jika kondisi Kabupaten Puncak sudah aman maka landasan pacu Bandara Aminggaru akan diperpanjang untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan pesawat saat mendarat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Wandik, Rabu (26/10/2022) Ketika memlihat kondisi pesawat cargo milik PT Revan Global Air Transport yang mengalami kecelakaan keluar dari landasan pacu, di Bandara Aminggaru Ilaga, sehari sebelumnya.
Saat kunjungan, Bupati Puncak didampingi Kepala Unit Pelaksana Bandara Udara (UPBU) Herman Sujito, terlihat kondisi pesawat dimana terlihat gear depan patah, baling-baling bengkok, serta roda kiri bagian belakang pesawat juga rusak.
“Saya prihatin karena pesawat ini juga berjasa dalam pembangunan di Kabupaten Puncak, bahkan sejak Kabupaten ini terbentuk, harapan saya pesawat ini bisa diperbaiki dan bisa dioperasikan lagi, harus kembali terbang lagi,” katanya.
Lanjutnya, Bandara Aminggaru Ilaga sudah direncanakan diperpanjang dan mendapat perhatian khusus darin Presiden dan Menteri Perhubungan karena menjadi urat nadi transportasi satu-satunya di Kabupaten Puncak, namun karena situasi tidak aman sehingga tidak dilakukan pembangunan.
“Harusnya bandara ini sudah diperpanjang karena merupakan program prioritas yang mendapat perhatian Presiden, namun kondisi tidak aman maka tidak ada yang dikerjakan, padahal perpanjangan bandara untuk meminimalisir kecelakaan pesawat,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, Bupati berharap agar masyarakat Puncak, bersatu menjaga keamanan, sehingga pembangunan fisik termasuk bandara di Ilaga bisa dilaksanakan, karena menjadi urat nadi transportasi pesawat dari Luar Ilaga.
“Keberdaaan Bandara ini untuk masyarakat di Puncak, ada bandara maka perekonomian, pembangunan di Kabupaten ini bisa jalan, makanya bandara ini harus kita jaga sama-sama, bandara ini akan tetap ada sampai Tuhan datang, untuk anak cucu kita,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Bandara udara (UPBU) Herman Sujito mengatakan sesuai rencana Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan tiba di Ilaga, untuk memeriksa kecelakaan pesawat pada Kamis, (27/10/2022).
“Tim dari KNKT hari ini dari Jayapura ke Timika, selanjutnya besok ke Ilaga, nanti merekalah yang akan melakukan penyelidikan dan menyampaikan sebab-sebab kecelakaan pesawat tergelincir, sebab kami hanya bisa menyampaikan secara kasat mata, apa yang kita lihat,” jelasnya.
Herman menjelaskan dalam kecelakaan pesawat ini, tidak ada korban Capten Gabriel dan co-pilot Sulaiman, dalam kondisi sehat, sementara pesawat yang mengalami kerusakan, hingga berita ini diturunkan masih parkir di Bandara Aminggaru Ilaga.** (Diskominfo Puncak)














