Prajurit TNI Berbagi Kasih di Kampung Amaesiga, Wujudkan Papua Penuh Damai

Prajurit TNI Ksatria Tengkorak bersilaturahmi ke Kampung Amesiga Intan Jaya sambi berbagi kasih. (foto: Pendam XVII/Cenderawasih)

PAPUAInside.com, INTAN JAYA—Ksatria Tengkorak menyambangi Kampung Amaesiga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya dipimpin oleh Lettu Inf Imam Sembiring, bersama dengan Perwira Teritorial (Pater) Satgas, Letda Inf Syaepuloh, Kamis (13/10/2022).

Kedatangan rombongan ini disambut hangat dan bersahabat warga Kampung Amaesiga. Anak-anak yang sedang bermain dan melihat kedatangan para Ksatria Tengkorak, langsung menghampiri. Hal ini karena mereka mengetahui bahwa pasti ada buah tangan yang dibawa oleh Imam dan kawan-kawan.

Dengan senyum ramah dan tanpa aba-aba, Letda Saefulloh dan prajurit lainnya langsung membagikan membagikan gula-gula kaki (permen kesukaan anak-anak) kepada seluruh anak-anak di kampung.

“Semua dapat yo, tidak usah rebutan”, canda Saefulloh kepada anak-anak Amaesiga, termasuk kepada orang-orang dewasa,” ungkapnya.

Selain gula-gula kaki, Imam dan rekan-rekan juga membagikan buku tulis, pulpen, baju dan Alkitab kepada warga, sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka.

Bertinus Bagau, tokoh masyarakat Kampung Amaesiga yang juga dianggap sebagai Kepala Kampung oleh warga, turut senang dengan kehadiran prajurit Tengkorak.

“Saya berterima kasih kepada Bapak-bapak Tentara 305, yang sudah membagikan berkat bagi kami semua. Semoga silaturahmi dari Bapak-bapak di Kampung Amaesiga ini, Tuhan Memberkati”, ucap Bertinus.

Selain ke Kampung Amesiga yang terdekat dengan Posramil, program silaturahmi ini akan uberlanjut ke kampung-kampung yang lain. Dalam obrolannya dengan Bertinus dan warga lainnya, Letda Inf Saepuloh mengatakan dirinya dari Batalyon 305 Tengkorak datang ke Kampung Amaesiga untuk silaturahmi dan membawa pesan Papua Penuh Damai, PAPEDA. Kami ingin Papua damai, tidak boleh ada ribut-ribut.

“Semoga kedatangan kami di Kampung Amaesiga ini, terus dapat diterima dengan baik seperti ini oleh semua warga. Kami ingin membantu warga kampung untuk bersama-sama membangun Kampung ini”, lanjut Syaepuloh.

Setelah berbagi, para Ksatria Tengkorak kemudian terlihat asyik bersenda gurau dengan warga, termasuk anak-anak Amaesiga.

Papua Penuh Damai (PAPEDA), itulah yang harus terwujud di Papua. ** (Pendam XVII/Cenderawasih)