Oleh: Vina Rumbewas I
PAPUAinside.com, WAMENA–Berdasarkan Instruksi Presiden tahun 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pendataan registrasi sosial ekonomi penduduk, yang tujuannya untuk mendekatkan karakteristik penduduk, mulai dari sosial ekonomi penduduk, perumahananya dan lainnya.
Hal ini disampaikan Kepala BPS Cabang Jayawijaya, Jianto. Menurutnya, hal ini bertujuan untuk mendekatkan karakteristik penduduk, mulai dari sosial ekonomi penduduk, perumahananya dan lain-lain.
“Untuk pendataan di Jayawijaya kita libatkan 269 orang petugas. Jadi ini tugas yang dibebankan kepada BPS bekerjasama dengan pemerintah daerah melalui Bappeda, Dinsos, Kominfo, DPMK,” ungkapnya usai pembukaan Rakorda Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi di Wamena, Senin (26/9/2022).
Data ini nantinya akan digunakan pada tahun 2023 di semua program bantuan sosial, yang merujuk pada pendataan registrasi sosial ekonomi tahun 2022 ini.
“Pelaksanaannya nanti mulai tanggal 15 Oktober sampai 14 November. Sedangkan persiapannya ada pelatihan petugas di Jayawijaya untuk menyatukan persepsi isian dari kuisioner,” katanya.
Lanjutnya, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang sama kepada semua petugas agar data yang dihasilkan dari lapangan sama dan tidak bias.
“Jadi kami melakukan sensus keseluruhan, tidak dalam bentuk sampel-sampel. Semua didatangi, tapi di daerah gunung kita semua tahu bagaimana kondisinya, kadang jadi penghambat,” ujarnya.
Jianto memastikan pendataan ini tidak berhubungan dengan data pemilu. Pendataan ini dilakukan, karena presiden ingin di tahun 2024 sudah tidak ada kemiskinan ekstrim. **














