Festival Kopi Papua 2019, Wali Kota Jayapura Dorong UKM Buka Kedai-kedai Kopi

Walikota Jayapura DR Benhur Tomi Mano, didampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Naek Tigor Sinaga, Staf dan peserta, menabuh Tifa, ketika membuka Festival Kopi Papua 2019 di Jayapura, Kamis (21/11) petang. (foto: Ignas Doy)

Oleh:  Ignas Doy |

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Festival Kopi Papua ke-2 tahun 2019 secara resmi dibuka oleh  Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM,  didampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Naek Tigor Sinaga, Staf dan peserta, yang ditandai dengan penabuhan  Tifa di Jayapura, Kamis (21/11) petang.

Festival Kopi digelar 3 hari (21-23 November) 2019. Sebelumnya digelar Festival Kopi Papua  ke-1 tahun 2018 lalu juga digelar  Perwakilan Bank Indonesia Papua.

Usai pembukaan Festival Kopi ke-2 tahun 2019, Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM,  didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Naek Tigor Sinaga dan Staf mengunjungi masing-masing stand/pameran, sembari menyeduh kopi panas.

Wali kota mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua,  yang telah menggelar Festival Kopi Papua ke-2 tahun 2019.

“Di Papua ini tahun 2020 akan ada PON XX mungkin dengan ada kopi Papua ini kita bisa menawarkan sebagai oleh -oleh khas Papua kepada tim -tim dari seluruh Indonesia, yang datang untuk PON  XX ini,” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya mengharapkan daerah –daerah, agar bisa mengemas kopi Papua dengan lebih baik lagi, sehingga bisa dijual menjadi minuman yang membaggakan masyarakat Papua kedepan.

“Ya,  Kota Jayapura sebagai ibukota Provinsi Papua kami siap menjadi pusat pemasaran kopi Papua,”  jelasnya.

Oleh karena itu, tuturnya, pihaknya akan mengawalinya dengan kedai- kedai kopi di wilayah kota Jayapura  ini.

“Kita akan dorong UKM-UKM (Usaha Kecil Menengah), untuk bisa berpartisipasi membuka kedai- kedai kopi yang ada di wilayah Kota Jayapura,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Naek Tigor Sinaga mengatakan, kedai kopi secara drastis mampu meningkatkan lapangan kerja dalam setahun terakhir ini, khususnya di Jayapura.

“Ya, karena memang kami melihat bahwa hilirisasi dari produk kopi ini di sektor hilir itu menjanjikan peluang yang besar. Kita tahu bahwa banyak industri- industri dan usaha- usaha yang  kreatif,  seperti kedai kopi dan sebagaimnya itu juga akan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” terangnya.

Mantan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menuturkan, bukan hanya kepada masyarakat kota. Tapi di hulunya masyarakat- masyarakat petani itu juga diharapkan dapat memproduksi kopi lebih banyak lagi, untuk diperkenalkan baik regional, nasional  dan bahkan internasional.

“Kita harus dorong ini untuk bisa memperkenalkan kopi -kopi Papua seantero Indonesia dan juga ke dunia internasional,” tukasnya.

Kopi Papua ini sudah masuk skala industri, ujarnya, justru itu kalau memang kopi Papua sudah mendunia otomatis dikenal, walaupun produksi kopi Papua masih 0,3 persen  dari total dibandingkan dengan Jawa Timur yang 17 persen, Sumatera Selatan dan sebagainya.

Untuk itulah, ucapnya, memang perlu adanya kegiatan- kegiatan Festival Kopi Papua, untuk memperkenalkan kopi Papua   bukan hanya disini. Tapi di pintu- pintu gerbang masuk nasional demi  memperkenalkan kopi Papua.

“Nah melalui kegiatan kegiatan seperti ini kami yakin bahwa brand kopi Papua makin dikenal lagi,” tukasnya.

Apakah Perwakilan Bank Indonesia Papua sendiri akan menggerakan Bank-Bank di Jayapura, untuk turut  mendampingi para pemilik kedai, kata dia, ya tentu, karena beberapa Bank juga kan mempunyai skim kredit  seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) juga punya potensi  untuk disalurkan kepada petani -petani kopi di Papua.

“Tapi tentunya perlu ada pendampingan bukan hanya memberikan seperti itu aja,   tapi pendampingan secara teknis maupun dari sisi produksi dari sisi pemasaran kemasan dan lain lain. Kita perlu kerja keras untuk ini,” pungkasnya. **